JAKARTA – Raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini berjanji akan memberantas video-video yang diunggah para ekstremis ke situs YouTube.

Google, sebagai pemilik YouTube, berjanji akan semakin meningkatkan upaya untuk memberantas ekstremisme online dengan menyediakan lebih banyak sumber daya untuk mengidentifikasikan video yang menebarkan kebencian.

“Meski kami dan banyak lainnya sudah bekerja selama bertahun-tahun untuk mencari dan menyingkirkan konten yang melanggar kebijakan, fakta yang tak membuat nyaman adalah sebagai industri, kita masih harus melakukan lebih banyak lagi.”

Demikian Google di postingan blog-nya. Perusahaan teknologi ini akan memerangi ekstremisme di platform mereka dengan empat cara. Pertama, menggunakan intelejensia buatan (artificial intelligence/AI) untuk melacak konten ekstremisme.

Mereka juga akan menggandakan pakar independen yang menandai (flag) video tak panas. Konten yang tak melanggar kebijakan YouTube namun memprovokasi secara keagamaan atau meningkatkan ketegangan, akan diberi peringatan sebelum unggah.

Konten ini masih tetap ditayangkan namun takkan menerima pendapatan dari iklan. Google juga akan mempromosikan video yang menentang kebencian serta memasang iklan antiradikalisme ke para penggunanya.

“Secara kolektif, perubahan ini akan menciptakan perbedaan. Kami akan terus mencari solusi masalah ini hingga seimbang,” papar Google. Apa yang mereka lakukan ini amat penting, mengingat akar terorisme ini berkembang pesat di dunia maya.

Source: link