JAKARTA – Selain timun suri dan blewah, semangka menjadi buah yang paling dicari selama bulan Ramadan. Alasannya jelas, buah ini terasa manis dan banyak mengandung air. Tapi, apa jadinya jika buah menyegarkan ini dikonsumsi berlebihan? Berikut ulasannya!

Gangguan Pencernaan
Berdasarkan laporan Stylecraze, Selasa (06/06/2017), buah semangka mengandung banyak lycopene dan gas. Oleh karena itu, buah tropis ini tidak baik dikonsumsi dalam jumlah banyak karena bisa menyebabkan perut mual, kembung, dan gangguan pencernaan lainnya.

Diabetes
Pasien diabetes sebaiknya dijauhkan dengan buah semangka. Alasannya cukup jelas, karena semangka dipenuhi kandungan gula yang tinggi.

Menurunkan Tekanan Darah
Jika Ganlobers memiliki catatan hipertensi, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi semangka. Tapi bila kalian tergolong orang dengan tekanan darah rendah, jangan makan semangka karena buah ini bisa menurunkan darah dengan cepat.

Alergi
Efek buruk makan semangka secara berlebihan juga berimbas pada alergi. Meski jumlah kasusnya tergolong sedikit, namun sekelompok orang di Amerika Serikat pernah mengeluhkan ruam, anafilaksis, dan pembengkakan pada wajah setelah mengonsumsi semangka.

Kelelahan
Semangka mengandung banyak air sehingga jika dikonsumsi secara berlebihan, kuantitas air dalam tubuh pun ikut meningkat. Akibatnya, volume darah juga cepat membengkak yang berakibat pada kelelahan.

Source: link