JAKARTA – Tak perlu menunggu waktu 5 tahun untuk mematahkan pesimisme sebagian pegiat industri sepeda motor di Tanah Air, dalam mewujudkan produk “hijau” lewat motor bertenaga listrik. Sejumlah tantangan yang dikeluhkan kini coba dipecahkan perusahaan lokal, PT Triangle Motorindo selaku produsen Viar Q1 di Indonesia.

Mengingat, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), Johannes Loman, pernah menyatakan bahwa motor listrik baru akan tumbuh secara baik dalam lima tahun ke depan.

“Hal ini dikarenakan, pengembangannya masih sulit dilakukan seperti teknologi yang masih mahal berdampak pada harga jual, infrastruktur, jarak tempuh, dan kesesuaian kebutuhan pengisian daya,” katanya di sela peluncuran Honda Rebel 500, di Jakarta, Maret lalu.

Namun, ketakutan tersebut tak perlu mengendap lama. Selang beberapa bulan saja, (6/6), Viar langsung merealisasikan jawabannya lewat peluncuran skuter bertenaga listrik, Viar Q1. Lantas, seperti apa solusinya.

Teknologi Motor Listrik Mahal?

Melalui kerjasama dengan perusahaan layanan dan teknologi global dari Jerman, Bosch, dan Universitas Gadjah Mada, Viar Q1 sukses menekan ketakutan sebagian produsen soal tingginya biaya pengembangan teknologi motor listrik.

Saat ini, Viar Q1 yang hanya dibanderol Rp 16,2 juta (on the road DKI Jakarta) sudah disuplai dari baterai Lithium-ion berdaya maksimum 800 watt, dan sanggup menjelajah 60-70 Km dengan kecepatan 60 kpj. Harga setara motor konvensional, Q1 juga diberkati sejumlah kelebihan, antaranya ada pilihan mode berkendara (Low/High), terminal charger smartphone, alarm, dan keyless ignition system.

Infrastruktur Pengisian?

Kesiapan infrastruktur pengisian baterai juga selalu terlontar menjadi keluhan jika bicara motor listrik. Takut kehabisan daya baterai saat di jalan, tentu tidak perlu lagi ada. Di mana, Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah melakukan langkah cepat dalam menyiapkan kebutuhan tersebut secara bertahap.

Saat ini, PLN telah membangun 393 unit Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) yang tersebar di wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu. Cara pengisiannya pun mudah jelas Leo Basuki selaku Commerce & Customer Service PT PLN (Persero), cukup sediakan voucher token listrik dan pengisian pun sudah bisa dinikmati.

Takut Banjir dan Panas Akibat Macet?

Selain itu, kondisi jalan di sebagian kota besar di Indonesia yang sering terkena banjir juga menjadi momok yang dihadapi motor listrik ke depan. Tapi lagi-lagi Viar Q1 mampu mematahkannya. Klaimnya, Q1 mampu melewati genanagan air hingga setinggi 45 cm, tanpa takut tersetrum.

Juga kondisi macet, pemilik Viar Q1 tidak perlu khawatir baterai akan panas. Pasalnya, menurut Corporate Manager Viar Motor Indonesia, Deden Gunawan, ketika macet dan posisi motor diam maka baterai Q1 secara otomatis akan berhenti bekerja. “Saat menekan rem belakang, itu otomatis memutus daya baterai.” [dp/Rdo]

Spesifikasi

Drive System
Max Power : 800 Watts
Top Speed : 60 Kpj
Jarak Tempuh : 60-70 Km

Charger
Input : 220 Volts
Charger Power : 50 Hz

Power System
Tipe Maintenance free – Lithium-ion battery (60v20AH)
Masa Pakai : 3-5 tahun
Kapasitas Maksimum : 2 Kwh
Waktu Pengisisan : 5-7 jam

Dimension
L x W x H : 1680x690x1220
Wheel Base : 1060 mm
Ground Clereance : 155 mm
Weight : 78 Kg

Frame & Chasis
Frame Steel
Suspensi Depan : Telescopic Front Suspension, ban 90/90-10 (tubeless)
Suspensi Belakang : Double swing chock absorber, ban 90/90-1 (tubeless)

Brake
Rem depan tipe : Hydrolic disk brake
Rem belakang tipe : Hydrolic disk brake

Lampu LED

Garansi 1 Tahun

Source: link 

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com