JAKARTA – Ada pergeseran metode pembayaran zakat konvensional menjadi via online di Indonesia.

Perubahan tren pada masyarakat ini tercatat melalui data organisasi penghimpun donasi Rumah Zakat pada 2015. Bila umumnya masyarakat membayar zakat dengan bertatap muka, kini mayoritas masyarakat lebih memilih membayarnya secara online. Tercatat sebanyak 75% dari Rp230 miliar zakat berhasil dihimpun Rumah Zakat dari donasi dan zakat online.

Sistem online ini diadakan untuk memberikan kemudahan bagi para wajib zakat (muzzaki) sekaligus meraih pangsa pasar yang lebih luas. Ini disebabkan pembayaran zakat dapat dilakukan melalui berbagai metode, seperti internet banking, e-money, virtual account, EDC dan yang terbaru melalui e-commerce.

Salah satu e-commerce yang mewadahi zakat online yakni Elevenia. Perusahaan ini menjadi bagian metode online yang menyalurkan zakat kepada beberapa lembaga zakat sejak 2015. Saat ini Elevenia bekerja sama dengan tujuh lembaga zakat, antara lain Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Program Pembibitan Penghafal Al-Quran (PPPA) Daarul Qur’an, Aksi Cepat Tanggap (ACT), SOS Children’s Villages Indonesia, dan Baitul Maal Hidayatullah (BMH).

GM Brand & Strategy Elevenia Bayu S. Tjahjono menjelaskan, selama tiga tahun terakhir, Elevenia membuka kesempatan berdonasi dan berzakat kepada orang-orang kurang beruntung. Melalui program ini, kami ingin menjadi penghubung di antara mereka.

“Kami berharap donasi tahun ini naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Dibandingkan bulan-bulan biasa, zakat dan donasi Ramadan naik empat kali lipat,” ucapnya dalam keterangan pers di Jakarta baru-baru ini.

Tahun ini para donatur yang berzakat melalui Elevenia dapat memilah donasi menjadi berbagai kategori harga dan pilihan paket. Diantaranya Syiar Qur’an, Bingkisan Lebaran, Kado Lebaran bagi anak Yatim, hingga Paket Buka Puasa untuk anak Yatim, dengan tingkatan donasi mulai R25 ribu hingga Rp360 ribu

Source: link