JAKARTA – Standar kelengkapan fitur keselamatan pada sebuah kendaraan, di beberapa negara sudah semakin ditingkatkan. Tidak hanya untuk segmen premium, tapi juga sudah mewajibkan produsen ke segmen paling bawah.

Executive General Manager Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto menyinggung, kawasan Asia Tenggara sendiri sudah memiliki standar melalui badan Asean NCAP, dan beberapa negara seperti Malaysia dan India peraturan pemerintahnya sudah sejalan.

“Sementara kita (Indonesia) masih diberlakukan pengetatatn sebatas segmen mobil premium. undang-undang kita tertulis baru sebatas seat belt,” terang Farnsiscus, disela-sela Safety Workshop Toyota, di Jakarta, Rabu (29/03).

Kendati standar di Indonesia masih rendah, namun Toyota sendiri sudah melengkapi fitur keamanan di setiap produknya sudah cukup tinggi. Terang Farnsiscus, di mobil LCGC Toyota saja sudah cukup memenuhi syarat, dan itu dijaga ketat.

Alasannya, Toyota memandang bukan menjaga mobilnya yang paling penting, tetapi adalah pengendara dan penumpang yang harus menjadi prioritas keselamatan.

Karena Indonesia menganut Asean NCAP, menurut Fransiscus, selayaknya peraturan pemerintah sudah bisa sejalan, ini bekaitan dengan produk yang dipasarkan harus melewati tes tersebut.

“Jadi, kalau misalnya hanya seat belt, itu kan peraturannya sudah lama nah dengan peraturan baru dan teknologi terbaru juga kan banyak ada VSC, BA dan sebagainya itu juga bisa ditambahkan, agar bisa sinkron,” katanya.

“Artinya, Indonesia sudah seharusnya punya standar sehingga mengamankan penumpangnya bisa lebih baik lagi.”

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com