JAKARTA – Risiko kekambuhan penyakit jantung cukup tinggi selama perjalanan jauh. Pasien penyakit jantung koroner perlu mempersiapkan diri untuk mencegahnya.

Ahli Jantung dan Pembuluh Darah Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Antono Sutandar, Sp.Jp(K), FACC, FSCAI, FAMS, FIHA menjelaskan, pasien penyakit jantung koroner (PJK) mudah mengalami stres karena lama duduk dan kurang bergerak. Kondisi ini menyebabkan kaki bengkak karena aliran darah balik bermasalah. Sehingga terjadi gumpalan di pembuluh darah vena kaki.

“Efeknya sampai ke paru dan mati mendadak,” ucapnya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ini dapat terjadi pada pasien PJK yang melakukan perjalanan dengan pesawat lebih dari 12 jam dan perjalanan darat tanpa istirahat. Berhenti sejenak atau menggerakkan tubuh dapat mengurangi risiko tersebut. Misalnya dengan melakukan peregangan tubuh setiap 2-3 jam agar sirkulasi darah kembali lancar.

Stres tubuh juga dipicu faktor makanan yang mengandung garam dan gula tinggi. Sebagian besar makanan yang dijual selama perjalanan mengandung jumlah garam dan gula yang tak terkendali. Sehingga perlu membawa makanan sendiri dari rumah.

“Ini penting karena sebagian pasien PJK juga memiliki diabetes mellitus,” sambungnya.

Selanjutnya pasien PJK harus membawa dua set obat yang ditenteng oleh mereka dan disimpan dalam koper. Tujuan menempatkan dua tempat obat ini sebagai cadangan bila terjadi suatu masalah di perjalanan. Obat yang disiapkan umumnya jenis pengencer darah dan obat kolesterol.

“Selain itu, mereka perlu mengendalikan stres pikiran,” tutupnya.

Source: link