JAKARTA – Mencukur kumis dan jenggot seakan menjadi ritual pria di pagi hari, sebelum menjalankan aktivitas sehari-hari. Sayangnya, pria juga tidak jarang mengalami luka akibat goresan alat cukur yang kurang ‘bersahabat’ dengan kontur kulit dan wajah pria.

Untuk menghindari hal tersebut, perhatikan dulu tips memilih alat cukur berikut ini, seperti yang dilansir WebMD.

Alat Cukur Elektrik alias Shaver
Alat cukur elektrik atau yang lebih dikenal dengan shaver mulai banyak digunakan kaum Adam di kota-kota besar. Berbeda dengan pisau cukur manual yang sedikit ribet, shaver lebih mudah digunakan dan lebih cepat untuk menyapu bulu-bulu di sekitar dagu dan mulut. Dalam pemakaiannya pun, kalian tidak diwajibkan untuk mengolesi gel pada kumis atau jenggot, tapi cukup dengan dibasahi air. Singkatnya, mencukur lebih cepat dengan alat cukur elektrik.

Meski begitu, shaver memiliki kekurangan karena tidak sanggup menyapu kumis dan jenggot secara keseluruhan. Artinya, Kalian tidak akan klimis 100%, karena masih menyisakan bintik-bintik bulu bekas sapuan shaver.

Pisau Ckur Manual
Jika shaver memberikan kecepatan dan kepraktisan dalam penggunaannya, hal ini tentu berbanding terbalik dengan pisau cukur konvensional yang serba manual.

Sebelum mencukur, Kalian memerlukan beberapa jenis krim atau jel cukur untuk melapisi wajah. Krim dan jel inilah yang berfungsi sebagai pelumas agar kulit kalian tidak terkena luka iritasi akibat goresan pisau cukur.

Sekedar rekomendasi, pilihlah krim cukur yang lembap dan kaya akan vitamin untuk membantu wajah agar tidak kering. Lakukan beberapa eksperimen dengan krim dan jel untuk menemukan yang terbaik untuk wajah kalian.

Meski memotong jenggot dan kumis dengan alat cukur konvesional lebih lama, namun hasilnya lebih rapi dan sempurna. Dari kedua pilihan tersebut, sesuaikanlah dengan kebutuhan.

Source: link