JAKARTA – Kerap kali kebablasan belanja online hingga kondisi keuangan terganggu. Anda perlu melakukan siasat berikut untuk mencegah masalah ini.

Hadirnya internet perlahan mengubah gaya belanja offine menjadi online. Bila sebelumnya Anda harus mengunjungi toko untuk berbelanja, kini cukup membuka komputer maupun gadget saja.

Kemudahan berbelanja sekaligus bertransaksi ini berisiko tinggi menjerat Anda dalam gaya hidup konsumtif. Hingga akhirnya Anda tidak memiliki uang dan malah menumpuk utang.

Perencana keuangan Tatadana Consulting Nurfitriavi Noeriman mengatakan, Kendati tiap belanja biaya yang dikeluarkan sedikit tetapi bila dijumlahkan per bulan bisa banyak. Diperlukan kedisiplinan saat belanja online.

“Solusinya jangan bayak pakai kartu kredit dan buat anggaran khusus buat belanja online,” katanya kepada Pinkkorset di Jakarta beberapa waktu lalu.

Fitri begitu ia disapa, menjelaskan, anggaran khusus belanja online dibuat dalam bentuk rekening. Dana belanja ini diperoleh dari sebagian pos kepentingan pribadi yang berjumlah 20% dari total pemasukan (gaji) per bulan.

Besaran persentase anggaran belanja online tidak boleh melebihi pos pengeluaran kepentingan pribadi. Kemudian setiap belanja atau trasfer pembayaran belanja online menggunakan rekening khusus tersebut.

“Kalau anggaran belanja online habis, jangan belanja lagi,” pungkasnya.

Source: link