JAKARTA – Kesadaran masyarakat berasuransi masih lemah. Asuransi dianggap belum menjadi kebutuhan prioritas, apalagi yang sifatnya untuk asuransi kebutuhan sekunder, seperti asuransi kendaraan.

Rian Ardianto, Underwriting Motor Vehicle Department Head Adira Insurance mengatakan, hal ini terjadi karena masyarakat belum menyadari pentingnya memproteksi diri dari berbagai kemungkinan kerugian yang dapat timbul sewaktu-waktu.

“Karena asuransi merupakan produk yang bersifat intangible atau tidak berwujud, maka manfaat dari produk ini baru bisa dirasakan pada saat terjadi kerugian,” katanya.

Rian mengatakan, memperkenalkan asuransi menjadi tantangan tersendiri. Adira Insurance bahkan memiliki program sosialisasi melalui media sosial, iklan, SMS, email blast, atau media lainnya.

Jika melihat data industri, pertumbuhan industri bisnis asuransi 2016 sebesar 5.1%. Porsi terbesar disumbang asuransi harta benda, di mana kenaikan atas lini bisnis ini tercatat sebesar 7.9% atau sebesar RP 1.399 trilun.

Sedangkan, industri asuransi di lini bisnis kendaraan bermotor pada tahun 2016 cenderung stagnan dengan pertumbuhan sebesar 0.4% atau naik hanya Rp 61.9 milyar jika dibandingkan tahun 2015.

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com