BOGOR – PT Maxindo Moto BMW Motorrad Indonesia, resmi memboyong BMW G 310 R di Indonesia yang kehadirannya membuat banyak orang penasaran.

Sepeda motor yang dirakit dan diproduksi di pabrik TVS India ini juga membuat penasaran para jurnalis Indonesia. Termasuk Dapurpacu.com yang juga mendapat kesempatan menjawab rasa penasaran tersebut. Apalagi BMW G 310 R digiring ke kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/5).

PT Maxindo Moto menyediakan 4 unit BMW G 310 R untuk dijajal di seputaran kaki gunung Salak Bogor. Lalu bagaimana rasanya menunggangi motor yang dibanderol Rp 104 juta ini, berikut ulasannya.

Posisi Berkendara dan Pengendalian
Saat duduk di atas motor yang memiliki panjang 2.005mm, tinggi 1.080mm dan lebar 820mm memang terbilang cukup lumayan besar. Sementara tinggi jok 785 mm terbilang cukup pas untuk rata-rata masyarakat Indonesia.

BMW G 310 R yang memiliki berat 158,5 kg ternyata mudah dikendalikan. Saat melaju dalam kecepatan tinggi sangat stabil. posisi duduknya terbilang rileks, kedua paha bisa mengapit bodi ditambah stang yang tidak terlalu lebar, sehingga tidak mudah lelah meski untuk berkendara jauh.

Jalur yang kami lalui sangat beragam, menanjak dan menurun, macet serta jalan bergelombang. Adanya dukungan suspensi depan upside-down dan belakang tunggal, berkendara dengan BMW G 310 R badan tidak melelahkan.

Guna menambah kenyamanan dan keamanan, BMW G 310 R dibekali rem anti-lock braking system (ABS) sehingga mampu mencegah ban terkunci saat melakukan pengereman mendadak.

Menurut Product Manager Maxindo Moto Nusantara, Erik Yohanes,  rem cakram depan sudah menggunakan kaliper radial mount. Pengereman menjadi lebih pasti dan meyakinkan, dibanding penggunaan kaliper biasa.

Performa
BMW G 310 R menggendong mesin 313 cc, Water-cooled, single-cylinder 4-stroke, Ketika mesin dinyalakan, kesan gaharnya belum terdengar, namun setelah motor mulai dijalankan dan gas ditarik raungan mesin khas motor BMW mulai terdengar.

Menjadikan kami terkagum-kagum pada G 310 R performa mesinnya luar biasa, terutama di putaran bawah sampai tengah. Torsi dan tenaganya seolah tidak habis saat dibutuhkan, itu terbukti ketika ditanjakan menggunakan transmisi 4 masih mampu menanjak meski tanjakan cukup curam.

Jurnalis dapurpacu.com dibuat penasaran, ketika di tanjakan sengaja mesin dimatikan, lalu dihidupkan kembali dengan posisi transmisi di posisi 2 tanpa harus menarik gas dalam-dalam motor mampu menanjak tanpa kendala.

Data di atas kertas BMW G 310 R mampu menghasilkan tenaga sebesar 34 hp pada putaran 9.500 rpm dan torsi maksimumnya mencapai 28 Nm pada putaran 7500 rpm.

BMW G 310 R menggunakan transmisi manual 6 percepatan, karena kondisi lalulintas yang tidak memungkinkan, dapurpacu.com hanya bisa menggunakan transmisi hingga 5 percepatan, dan kecepatan 50-70km/jam, lantaran jalur yang kami lalui di kaki Gunung Salak padat penduduk dan tidak ada jalan lurus.

Meski kami riding selama 1,5 jam, pada bagian paha tidak terasa panas. Itu karena posisi silindernya menghadap belakang, efeknya air intake posisinya menjadi di depan, dan udara langsung masuk dari depan dan keluar ke belakang lewat knalpot.

Kesimpulan
BMW G310R didesain menyesuaikan postur tubuh orang Asia, cocok untuk biker yang suka touring,  dengan batang kemudi lebar dan suspensi depan upside-down memberikan kenyamanan saat berkendara jauh. Buat yang suka akselerasi spontan, BMW G 310 R memberikan jawaban bagi Anda, karena torsinya berlimpah.

Source: link 

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com