BANDUNG – Desain dan mesin baru membuat New Daihatsu Ayla menjadi city car yang lebih sporty, tidak hanya dari penampilan tapi juga melalui performanya. Dapurpacu.com pun merasa penasaran dengan penyegaran tersebut saat mendapat ajakan dari PT Astra Daihatsu Motor (ADM) untuk ikuti media test drive.

Sajian test drive yang ditawarkan oleh ADM pun cukup menantang, karena mengambil rute perjalanan dari kota Bandung menuju ke kawasan pegunungan di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sempat heran kami sebenarnya dengan rute yang dipilih, mengingat Ayla adalah mobil yang lebih cocok untuk dipakai di perkotaan.

Namun, Amelia Tjandra selaku Direktur Pemasaran ADM berujar, bahwa rute tersebut dipilih untuk memberikan pengalaman atas bukti keandalan dan ketangguhan Ayla yang lebih sporty. ADM ingin membuktikan langsung bahwa New Ayla kini bukan sekadar city car biasa.

Begitu tiba di Stasiun Kota Bandung setelah menempuh perjalanan menggunakan kereta api dari Jakarta, kami langsung disuguhkan 10 unit New Ayla varian R Deluxe, atau yang tertinggi. Kami mendapat unit New Ayla dengan transmisi manual 5-percepatan.

Begitu masuk ke kabinnya, pandangan kami langsung tertuju pada pusat sistem hiburan berupa head unit 2DIN dengan layar sentuh, menghiasi dasbor yang tetap sama seperti versi lama Ayla. Selain itu, interior New Ayla menampilkan corak berbeda pada balutan jok dan trim pintu yang kini lebih atraktif dan berwarna.

Begitu memulai perjalanan, kami langsung dihadapi dengan padatnya lalu lintas kota Bandung siang hari. Saat itu juga, kami langsung merasakan bahwa mesin baru 3NR-VE 1.200 cc Dual VVT-i milik New Ayla punya torsi cukup responsif pada putaran awal, memudahkan kami untuk bergerak cepat di antara padatnya lalu lintas.

Perjalanan kemudian berlanjut masuk ke Jalan Tol Pasteur dan Purbaleunyi, menuju Kopo, Soreang, kemudian Ciwidey. Langsung kami mencoba akselerasi mesin New Ayla seperti juga dipakai oleh Sigra, yang kami rasakan memiliki karakter respons sedikit lebih agresif untuk mengimbangi tampangnya yang sporty.

Melaju dengan kecepatan 80-100 km/jam di jalan tol bukanlah perkara sulit, namun saat berada di kecepatan tersebut mesin sudah terdengar meraung cukup kencang dalam putaran lebih dari 3.000 rpm di gigi 5. Beruntung kenyamanan dari dalam kabin lebih terasa, berkat karakter suspensi yang lebih stabil.

Daihatsu mengubah spring rate pada suspensinya menjadi sedikit lebih keras, sehingga dalam kecepatan tinggi gejala limbung pada bodi New Ayla dapat diminimalisir. Dengan ayunan pegas suspensi yang tidak terlalu lembut, mengajak New Ayla melaju di tikungan panjang dan kencang pun kami lebih percaya diri.

Usai melintas di jalan tol, perjalanan dilanjutkan ke daerah Kopo sampai Soreang, kami kembali menjumpai lalu lintas padat. Lepas dari kepadatan, perjalanan menjadi lebih menantang antara Soreang sampai Ciwidey, dengan karakter menanjak dan berkelok.

Meski lalu lintas lancar, rombongan yang dimpimpin oleh voorijder melaju dengan kecepatan rata-rata 50-60 km/jam. Praktis, saat melahap tanjakan kami rutin berpindah gigi dari 1, 2 dan 3. Kondisi jalan yang berlubang membuat rombongan terpaksa kerap bermanuver untuk menghindar dan mengurangi kecepatan.

Dalam kondisi ini, mesin bertenaga 86 hp dan torsi 108 Nm paling ideal menanjak menggunakan gigi 1 dan 2. Karena di posisi itulah torsi paling optimal tersedia, sementara untuk menggunakan gigi 3 setidaknya mobil harus memiliki momentum panjang untuk mampu menanjak dengan lancar.

Memasuki wilayah Ciwidey, hujan deras turun menemani kami menikmati lintasan berkelok. Manfaat ubahan spring rate pada suspensi kembali terasa kali ini, di mana melahap tikungan demi tikungan di sisi Perkebunan Teh Rancabali yang menyajikan pemandangan indah semakin asyik.

Tentu saja, karena suspensi yang memiliki karakter lebih keras membuat New Ayla saat melalui jalan bergelombang sedikit kurang nyaman dari dalam kabin bagi penumpang.

Memutar setir dengan teknologi Electronic Power Steering dan sistem Rack & Pinion meski terasa sangat ringan, tidak menghilangkan feeling kemudi terhadap permukaan aspal. Serta, hadirnya tombol kontrol audio di setir memudahkan kami saat ingin mengutak-atik sistem hiburan.

Perjalanan pun berakhir di lokasi wisata Glamping Lakeside di tepi danau Situ Patengan. Daihatsu pun berhasil membuktikan dengan pembaruan yang diberikan pada New Ayla, membuat mobil mungil yang tak terasa lagi seperti Low Cost Green Car (LCGC) karena harganya cukup tinggi, memiliki kemampuan lebih tangguh dari sebelumnya.

New Ayla pun siap menjadi saingan baru bagi kendaraan sejenis, yakni Honda Brio Satya dan Datsun GO Panca. ADM melansir harga Rp 125,250 juta sampai Rp 146,250 juta OTR Jakarta untuk New Ayla bermesin 1.200 cc.

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com