JAKARTA – Serat tak hanya melancarkan pencernaan saja, tetapi juga mencegah Anda terkena diabetes.

Seringkali Anda dengar anjuran konsumsi buah dan sayur. Selain mengandung vitamin, mineral dan antioksidan, terkandung pula serat. Komponen non-gizi ini berperan penting dalam sistem pencernaan, termasuk mengendalikan kadar gula darah.

“Konsumsi serat bantu penyerapan gula lebih lambat,” ucap Spesialis Gizi Klinik RSCM dr. Fiastuti Witjaksono, SpGK di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurutnya, mengonsumsi serat yang terkandung secara alami di dalam buah, sayur, biji-bijian dan kacang-kacangan dapat menahan laju peningkatan dan penurunan glukosa dalam darah. Sehingga kadar gula darah tidak naik dan turun secara cepat.

“Kadar gula darah yang cepat naik dan turun inilah pemicu diabetes,” sambungnya.

Dr. Fiastuti menganjurkan konsumsi serat dari buah dan sayur setiap sarapan, makan siang, makan malam dan waktu menyantap camilan (waktu antara sarapan dan makan siang maupun jeda waktu makan siang hingga makan malam).

Jumlah asupan buah dan sayur sesuai dengan aturan Porsi Makanku, yakni seperempat piring karbohidrat, seperempat piring protein dan seperempat piring buah serta sayur.

Anda juga perlu menghindari konsumsi buah berkadar gula tinggi terlalu banyak (sawo, nangka, kelengkeng, leci, mangga, pisang, nanas). Sebaiknya perbanyak buah dengan kandungan gula rendah seperti avokad, apel, stroberi dan lain-lain.

Untuk mendapatkan serat tambahan, sebaiknya Anda konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang dengan kulit maupun ubi dengan kulit. Sebaliknya hindari makanan dengan gula sederhana seperti gula pasir, nasi putih, roti putih maupun sajian yang dibuat menggunakan tepung siap pakai (premiks kue).

“Tepung sekarang (premiks kue) diproses canggih sehingga mudah dibuat menjadi makanan. Tetapi mudah pula diserap tubuh sehingga cepat meningkatkan gula darah,” pungkasnya.

Source: link