JAKARTA – Perusahaan produk tinta dan kertas cetak lokal ini melakukan berbagai langkah untuk menghadapi era digital.

Isu paper less menjadi tantangan bagi perusahaan penyedia kertas cetak dan tinta isi ulang. Pasalnya perkembangan teknologi digital memungkinkan berbagai dokumen tersimpan secara digital dan mudah memproyeksikannya melalui layar maupun proyektor.

Kendati industri percetakan semakin tertekan tetapi e-Print tetap bertahan melalui beragam produk-produknya. Salah satunya yakni thermal paper roll (Themper) yang banyak digunakan berbagai perusahaan.

Area Manager e-Print Mariana Rickitt menjelaskan, Themper menjadi komponen penting dalam penyediaan dokumen cetak seperti struk ATM, parkir, tol, pembayaran di restoran maupun supermarket. Kebutuhan produk ini pun semakin meningkat.

“Market Themper paling luar biasa. Pertumbuhan dari tahun lalu 15%-20%,” ucapnya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Tak hanya memanfaatkan kebutuhan pasar tetapi juga meningkatkan kualitas pada produk lain, seperti toner dan tinta.

Mariana menambahkan, produk toner memiliki kelebihan setara original equipment manufacturer (OEM), tinta lebih pekat dan hasil cetak mencapai 2.900 lembar. Sedangkan tinta L-Series diperkenalkan kembali (relaunching) dengan mengedepankan memiliki kualitas seperti tinta original, hasil cetak lebih pekat dan ekonomis.

Sementara usaha lainnya yakni menjalin hubungan baik dengan para dealer melalui gathering dan penghargaan, workshop digital printing dan workshop papercraft.

E-Print merupakan perusahaan lokal penyedia tinta printer isi ulang, kertas cetak foto, toner dan Themper yang didirikan sejak 2000. Perusahaan ini telah mendistribusikan produk-produknya di seluruh Indonesia.

Source: link