JAKARTA – Untuk membunuh sebuah racun, terkadang diperlukan racun lainnya. Inilah yang menjadi kesimpulan para peneliti di Washington University School of Medicine dalam mencari ‘penawar’ virus HIV.

Dilansir dari Daily Health Post, Selasa (06/12), mereka beranggapan bahwa racun dari sengatan lebah bisa menjadi pembunuh virus HIV, meskipun meninggalkan jejak luka pada kulit pasien.

Dalam studinya, para peneliti menemukan sebuah toksin yang terkandung dalam sengatan lebah yang bernama melittin yang mampu membunuh virus HIV dari dalam tubuh.

Melittin dalam skala nanopartikel mampu membentuk pori-pori kompleks yang mampu menyerang virus, memecahnya, sekaligus menonaktifkan virus,” papar salah satu peneliti, Joshua L. Hood, MD, Ph. D.

Menariknya, sengatan lebah juga tidak akan mempengaruhi obat HIV yang telah dikonsumsi pasien sebelumnya. Artinya, sengatan serangga penghasil madu ini dapat bekerja pada obat yang sudah resisten dengan virus.

Rencananya, para peneliti akan melakukan ekstraksi pada sengatan lebah untuk dijadikan obat HIV dengan menjadikannya sebuah cairan suntik.

“Partikel dasar yang kami gunakan dalam percobaan ini telah dikembangkan bertahun-tahun. Sudah dinilai amat dan bisa beradaptasi untuk melawan jenis infeksi,” pungkas Joshua.

Source: link