JAKARTA – Pertengahan Oktober 2016, dunia otomotif nasional dikejutkan oleh hadirnya mobil bermerek Eropa berbanderol Rp 117 juta. Meski harganya sekelas LCGC, Kwid bukan kelompok mobil murah tersebut. Apa bedanya?

Renault Kwid datang ke Indonesia dan dijual dengan harga Rp 117,7 juta. Banderol ini bisa jadi membuat “galau” calon konsumen mobil-mobil LCGC (low cost green car) seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Suzuki Karimun Wagon R, dan Datsun Go serta Go+ di Indonesia.

Meskipun harganya setara LCGC, Kwid bukanlah produk yang termasuk LCGC. Sebab, seperti kita ketahui, LCGC mensyaratkan nama yang bernuansa Indonesia, dirakit di Indonesia, kandungan komponen lokal di atas 60%, radius putar maksimum 4,6 m, dan mampu meraih konsumsi bahan bakar setidaknya 20 kpl (kilometer per liter).

Dengan berbagai kriteria tersebut, produk LCGC mendapat sejumlah insentif dari pemerintah, sehingga banderolnya bisa kompetitif. Perlu diketahui bahwa meskipun memakai emblem Renault yang merupakan brand mobil asal Prancis, namun Renault Kwid sebetulnya bukan diproduksi di Eropa, melainkan dirakit di India.

Di Negeri Gandhi itu, mobil yang mengusung mesin 3-silinder 999 cc ini dipasarkan di rentang harga Rp 51,6 juta sampai Rp 77,2 juta. Jadi, banderol Renault Kwid yang Rp 117,7 juta di Indonesia itu terpaut cukup mahal dibanding harganya di India.

Bersaing dengan “Saudaranya” Sendiri

Mesin 3-silinder 999 cc ini memang berkapasitas tidak jauh beda dengan kompetitornya seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla, ataupun Suzuki Karimun Wagon R. Namun, kapasitas mesinnya ini masih kalah besar dibanding “saudaranya” yaitu Datsun Go.

Seperti kita ketahui, Datsun Go adalah bagian dari rencana aliansi Renault-Nissan yang ingin menancapkan kukunya di pasar otomotif negara-negara berkembang seperti Indonesia ini. Menariknya, Datsun Go yang dijual di Indonesia adalah produksi lokal dan dijual lebih murah, yakni mulai Rp 105,1 juta. Hanya bedanya, Datsun Go muncul dengan mesin yang berkapasitas lebih besar yaitu 1,2 liter.

Kwid Sebagai “Crossover”

Renault Kwid hadir dan menawarkan dirinya sebagai “crossover”. Kata crossover belakangan memang cukup manis dijual lantaran trend penjualan SUV (sport utility vehicle) di seluruh dunia tengah menjulang. Namun, jika melihat dimensi Kwid, sebetulnya mobil ini adalah hatchback, yang artinya tidak berbeda jenis dengan Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Datsun Go, ataupun Suzuki Karimun Wagon R.

Renault sendiri pun mengakui ini dengan menyebut bahwa Kwid memiliki filosofi desain yang terinspirasi dari desain SUV (SUV-inspired design). Maksudnya adalah Kwid bukan SUV atau crossover yang sebenarnya, melainkan hanya mobil yang desain luarnya terinspirasi dari crossover. Salah satu indikasinya adalah ground clearance atau jarak permukaan jalan dengan bagian deck atau lantai mobil ini hanyalah 180 mm, alias sama dengan ground clearance milik Toyota Agya ataupun Daihatsu Ayla.

Fitur-Fitur Kwid

Memang tak bisa dipungkiri, desain yang lebih menyerupai SUV ini membuat Kwid terlihat lebih gagah, kokoh, dan unik jika dibanding kompetitor yang harganya setara. Applause untuk Renault terkait desain seperti ini.

Interior Kwid sebetulnya mirip dengan interior Datsun Go, baik secara kualitas material hingga tatanan kabinnya. Hanya saja, yang membedakan adalah, mobil ini memakai tuas persneling yang tidak menyatu dengan dashboard dan sudah dilengkapi sistem hiburan layar sentuh berukuran 7 inci. Fitur hiburan ini juga harus diakui adalah yang terbaik di kelasnya.

Untuk fitur keselamatan, mobil ini pun juga sebetulnya tidak jauh berbeda dengan mobil-mobil LCGC, seperti adanya driver airbag, ya itu saja. Mobil ini belum dilengkapi rem ABS (anti-lock braking system).