JAKARTA – Mobil bekas memang selalu menjadi pilihan cepat bagi konsumen untuk memiliki kendaraan dengan biaya lebih terjangkau. Ini terbukti dari laporan OICA, bahwa di Indonesia serapan mobil bekas per tahun 2015 mencapai 3,3 juta unit, melebihi angka mobil baru.

Namun, keputusan membeli mobil bekas tidak saja memberikan keuntungan tapi juga menyimpan risiko. Seperti penuturan Halomoan Fischer Lumbantoruan, Chief Operation Officer mobil88, dalam sebuah diskusi gagasan mobil123.com, beberapa waktu lalu.

Bahwa membeli mobil bekas akan memberikan beberapa keuntungan, antara lain; harga lebih murah, kendaraan langsung bisa dipakai, dan tingkat depresiasi yang lebih rendah.

Kendati demikian, Holomon juga memaparkan fakta seputar risiko membeli mobil bekas dari penjual yang tidak kredibel, di antaranya mobil dapat disita, kerugian material, ancaman keselamatan, tidak bisa BBN (Bea Balik Nama), dan ancaman tindak pidana 6 tahun.

Penyebab faktor risiko tersebut berasal dari dokumen (status hukum), kesesuaian fisik dan dokumen, kendaraan eks tabrak, kendaraan eks banjir, dan odometer putaran.

“Dengan demikian, mobil88 memberikan jaminan kualitas melalui garansi resmi. Selain itu, mobil88 juga memiliki website faktual dengan 21 cabang di 9 kota di Indonesia serta memberikan layanan darurat secara gratis,” terang Holomon.

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com