JAKARTA – Nyeri bahu kerap dikaitkan dengan kelelahan dan masuk angin. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa nyeri bahu juga bisa dijadikan sebagai indikator gejala penyakit jantung.

Sebelum sampai pada kesimpulan tersebut, para peneliti dari University of Utah School of Medicine di Amerika Serikat telah memeriksa data 1.226 kaum buruh di Negeri Paman Sam. Hasilnya, mereka cenderung memiliki tekanan darah tinggi yang disertai nyeri bahu alias manset rotaror.

Nah, Zeenews melansir, Jumat (30/12), bahwa tekanan darah tinggi inilah yang memperbesar risiko penyakit kardiovaskular untuk menyerang orang-orang yang kerap mengeluhkan nyeri bahu. Lebih lanjut lagi, rasio untuk terkena penyakit jantung juga ikut meningkat sebanyak 6 kali lipat.

Meski begitu, nyeri bahu bukan satu-satunya indikator untuk gejala penyakit jantung. Penyakit berbahaya ini juga bisa ditimbulkan oleh hipertensi, obesitas, hingga tersumbatnya aliran darah.

 

Source: link