DEPOK — Bosan bermain konsol game di rumah, Edoretho yang kini masih berstatus mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mencoba mengalihkan perhatiannya ke ‘mainan’ baru, yakni modifikasi sepeda motor.

Tak ayal, motor kesayangannya Honda MegaPro lansiran 2012 diputuskan harus mendapat sentuhan berbeda sehingga Edoretho memiliki kesibukan lain. Karena kurang berpengalaman, ia pun mencoba bekonsultasi ke Wahyu Diwa, pemilik Diwa Creative Studio di bilangan Cimaggis, Depok, sekedar mencari konsep yang sedang tren juga yang pas untuk tunggangannya.

Gaya scrambler tracker akhirnya diputuskan menjadi identitas MegaPro, sekaligus karena alasan kenyamanan ketika diajak riding sehari-hari ketika Edoretho pergi kuliah dari Bekasi ke UI di Depok.

“Pemiliknya minta meski dibuat model scramber tracker namun tetap bisa nyaman digunakan untuk harian dan riding dari Bekasi menuju UI,” ujar Diwa.

Pengerjaan pun dimulai dari mencopot sok tunggal belakang kemudian menggantinya dengan model dual shock. Menyesuaikan konsep, tangki bahan bakar harus dikustom dengan bahan plat 1 mm, dan dibentuk ala Diwa Creative Studio.

Berlanjut ke roda, pelek aftermarket palang bintang disematkan, dan setang mengadopsi jenis fat bar agar saat berkendara jauh masih tetap nyaman dan tidak membuat pegal tangan.

Menonjolkan kesan vintage, Edoretho mengganti warna asli solid white ke broken white. Tidak saja warna baru, aksen berbentuk angka ’79’ yang merupakan simbol tahun lahir dirinya ikut mejeng di bagian samping tangki, dan bagian atas tangki dibuat stiker list hitam.

Pengerjaan selama 2 bulan di bengkel Diwa cukup membuat puas hasrat Edoretho atas hasil akhir yang diberikan. Kini, ia sudah punya mainan baru pengganti kesibukannya selain bermain konsol game di rumah.

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com