JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari Blackberry yang memperkenalkan produk ‘terakhirnya’ di ajang CES 2017 lalu.

CEO Blackberry, John Chen, menyebut bahwa Blackberry Mercury merupakan smarpthone terakhir yang ia rilis secara seutuhnya.

“Blackberry Mercury menjadi model terakhir yang kami desain dan buat sendiri. Ya, ini yang terakhir,” ujar Chen singkat seperti dilansir Mashable, belum lama ini.

Meski begitu, bukan berarti di masa yang akan datang, tidak akan ada lagi smartphone terbaru dari perusahaan asal Kanada ini. Untuk kedepannya, Chen menegaskan bahwa pihaknya akan menjalin kerjasama dengan perusahaan lain dalam merakit sebuah ponsel.

Lebih lanjut lagi, langkah tersebut juga dinilai Chen sebagai solusi tepat untuk menyelamatkan perusahaan karena memungkinkan BlackBerry untuk merilis lebih banyak smartphone lagi, meskipun dengan melibatkan pihak kedua. Dengan terjalinnya kerja sama dengan perusahaan lain, BlackBerry tidak perlu lagi memusingkan biaya untuk penyediaan hardware.

“Jadi, Anda akan melihat lebih banyak ponsel bermerek BlackBerry. Akan ada lebih banyak ponsel BlackBerry karena sekarang saya punya beberapa perusahaan sebagai produsen dan distributor dan saya punya perushaaan lokal untuk berkompetisi di tingkat lokal — negara-negara yang biasanya tidak bisa saya kuasai,” pungkasnya.

Sepintas tentang Blackberry Mercury, smartphone berlayar 4,5 inci ini dipersenjatai prosesor Qualcomm Snapdragon 652 yang dipadukan dengan GPU Adreno 510. Memiliki RAM 3 GB, ruang penyimpanan internal 32 GB, dan dilengkapi sepasang kamera beresolusi 18 MP (belakang) dan 8 MP di bagian depan.

Berbeda dengan model sebelumnya, Blackberry Mercury menggunakan sistem operasi Android Nougat 7.0 dan telah mengadopsi jaringan 4G LTE. Kabarnya, ponsel ini akan melenggang dengan kisaran harga sebesar Rp. 5 jutaan.

Source: link