JAKARTA – Peluang bisnis online memang menjanjikan bila Anda mengetahui rahasianya.

Bisnis online di Indonesia terus berkibar, kesempatan sukses mendulang rupiah masih terbuka lebar. Peluang pasar online terbilang menjanjikan mengingat separuh penduduk Indonesia telah terhubung internet.

Survei Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (2016) menemukan 132, 7 juta dari total 256,2 juta penduduk Indonesia telah terhubung ke internet. Angka ini mengndikasikan adanya kenaikan 51,8% ketimbang pengguna internet pada 2014. Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia dipicu perkembangan infrastruktur dan kemudahan mendapatkan smartphone maupun komputer tablet.

Sebagian orang berhasil memanfaatkan ceruk bisnis online. Misalnya saja pengusaha manufaktur fesyen perempuan Julia (23) yang sukses meraup keuntungan melalui pasar mobile commerce Shopee Indonesia. Selama enam bulan ia terjun di pasar tersebut sudah banyak menerima pesanan dibanding penerimaan toko offline miliknya di Tanah Abang.

“Dulu penjualan di toko (offline) kurang meledak. Setelah berjualan di Shopee selama dua bulan, penjualan melesat dengan pengiriman 200-300 paket dengan omset Rp60 per bulan,” ucapnya saat acara Shopee Award-Shopee 1st Birthday beberapa waktu lalu di Jakarta.

Perempuan yang memiliki toko online di Shopee dengan nama Viliavilia ini menjual beragam pakaian perempuan seperti blouse, dress dan jegging pants. Harga pakaian yang dijual berkisar Rp25 ribu – Rp40 ribu.

Ia menambahkan, raihan penjualan tertinggi dicapainya pada bulan lalu, yakni 700 paket. Dengan pencapaian tersebut Julia masuk dalam deretan Top Three Seller 2016 versi Shopee Indonesia.

Julia membeberkan rahasia berbisnis online. Menurutnya, pelayanan adalah salah satu aspek penting mencapai sukses di bidang ini.

“Pelayanan paling utama dengan membalas chat dan optimalkan pengiriman paket,” ujarnya.

Saat ini Julia memiliki empat karyawan. Namun, untuk urusan permintaan dan komplain pembeli, Julia masih menangani seorang diri. Banyak tantangan yang dihadapi olehnya, misalkan saja pengembalian barang (retur) akibat keterlambatan pengiriman dari jasa ekspedisi dan protes ketidaksesuaian gambar.

“Saya jelaskan rincian barang melalui foto dan deskripsi secara lengkap,” pungkasnya.

Source: link