JAKARTA – Inilah sebabnya mata Anda rusak bahkan buta setelah menatap gerhana matahari tanpa pelindung.

Selama gerhana matahari terdapat banyak cahaya yang menabrak sel-sel peka cahaya di belakang mata (fovea). Kondisi ini mengganggu fovea menerjemahkan sinyal tersebut ke impuls listrik yang dikirim ke otak dan dianggap sebagai sinyal visual. Bila gangguan ini berlangsung signifikan menyebabkan foveamati dan menyebabkan kebutaan.

Bahaya ini sebenarnya sama ketika Anda menatap matahari secara langsung. Namun, risiko kerusakan mata dapat diminimalkan melalui reflek alami tubuh yang berpaling cepat ketika mata melihat cahaya sangat terang.

Kendati risiko menatap matahari dapat dikurangi dengan menggunakan teleskop maupun alat bantu optik lainnya tetapi Anda tidak bisa menghindari bahaya panas (termal). British Medical Journal (1999) menemukan adanya kenaikan suhu 10-25 derajat Celsius pada retina ketika menatap matahari melalui teleskop.

Cedera pada retina (solar retinopathy) ini tidak berdampak langsung usai menatap matahari. Kerusakan sel-sel mata berlangsung perlahan dan terjadi beberapa jam kemudian atau keesokan harinya. Kerusakan retina yang lama menyebabkan kesulitan melihat detail.

Efek ini bersifat sementara pada sebagian orang dan sisanya berlangsung secara permanen. Hingga kini belum diketahui cara memprediksi orang-orang yang berpotensi mengalami kerusakan retina permanen maupun sementara akibat menatap matahari.

Langkah paling aman menyaksikan fenomena alam langka, gerhana matahari ini yakni menggunakan kacamata khusus maupun teleskop dalam waktu singkat saja.

Source: link