JAKARTA – Kecanggihan jaman makin terbukti dengan hadirnya smartwatch Braille untuk tuna netra ini.

Sudah saatnya dunia memperhatikan kebutuhan mereka yang memerlukan perhatian khusus, seperti orang tuna netra. Mereka tertantang ketika hendak menggunakan hal umum terkait teknologi seperti Facebook, mengirim pesan tertulis, hingga GPS.

Sebuah perusahaan di Korea Selatan menjawab kebutuhan itu, dengan menciptakan smartwatch khusus bagi orang dengan tuna netra. Gadget bernama The Dot ini bisa dihubungkan ke smartphone via Bluetooth.

Display-nya tak seperti smartwatch umum. Layarnya disentuh dengan titik-titik yang akan timbul sesuai angka atau huruf yang ditunjukkan. Artinya, notifikasi ponsel akan diterjemahkan ke Braille oleh smartwatch ini.

Terdapat tombol setting di bagian samping yang memungkinkan penggunanya mengirim pesan sederhana. Produk yang satu ini banyak dipuji masyarakat, terutama karena kemampuan menjaga privasi.

Smartwatch lain seperti Apple Watch sudah berusaha membuat produk mereka mudah diakses tuna netra dengan memanfaatkan suara yang membacakan informasi via speaker. Tentunya, privasi tak terjamin.

Produk inovatif ini diciptakan oleh pendiri dan CEO The Dot Eric Kim. Ide tersebut ia peroleh ketika menuntut ilmu di University of Washington dan melihat kawan sekelasnya yang tuna netra.

Si kawan menggunakan laptop tebal dan usang sementara yang lainnya sudah memakai tablet. Ternyata benda itu bukan laptop, melainkan buku teks Braille. Kim merasa tersentuh karena si kawan tak bisa memanfaatkan teknologi baru.

Tentunya, konsep ini masih memiliki kekurangan. Sebab tak semua orang tuna netra bisa membaca Braille. Bentuknya yang smartwatch juga akan menyulitkan saat membaca teks yang panjang.

Tapi Anda bisa berharap akan ada perkembangan ke depannya karena Dot menggunakan API terbuka. Artinya, pengembang masih bisa terus memperbaru teknologi dan penggunaannya.

Smartwatch Dot ini sudah dikembangkan selama tiga tahun dan sudah mulai dijual di seluruh dunia per bulan lalu. Harganya di kisaran US$300 atau sekitar Rp3,9 juta sebelum pajak. Info selengkapnya kunjungi website The Dot.

Source: link