JAKARTA – Setiap jenis kendaraan diciptakan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing, sehingga kinerja mesin sangat berpengaruh. Untuk dapat memaksimalkan kinerja mesin, pelumasan pada mesin pun harus tepat.

Penggunaan oli yang tidak tepat pada mesin kendaraan dapat menimbulkan efek-efek negatif yang bersifat destruktif. Karenanya, produsen oli selalu menyediakan bermacam-macam jenis oli untuk memenuhi kebutuhan mesin.

Diumpamakan oleh Galih Laksono sebagai pemilik bengkel G-Speed Radio Dalam, Jakarta, jika mesin menggunakan oli tidak sesuai, akan mengalami gejala seperti engsel pintu yang berbunyi karena tidak dilumasi.

“Jadi kalau kita pegang engselnya jadi dingin, sementara kalau seret engselnya jadi panas, sama seperti mobil juga begitu,” kata Galih saat ditemui Dapurpacu.com, hari Selasa (9/5).

“Sama seperti efek salah oli, awalnya nanti mesin ngelitik, sudah begitu dia overheat, begitu overheat mesin mogok. Begitu mogok nanti dicek ada banyak penyembuhan dan penyakitnya apa, kalau macet itu biasanya overheat dan overheat mengakibatkan yang istilahnya metal duduk atau metal jalan.”

Metal duduk atau metal jalan adalah gejala saat mesin tidak mendapatkan pasokan oli dengan baik akibat kerusakan pompa oli, sehingga tidak melumasi semua komponen mesin yang berputar.

Jika mesin kekurangan oli, maka akan terjadi gesekan tidak sempurna pada piston dan metal yang memicu kerusakan. Kerusakan metal mesin juga mengakibatkan air masuk ke ruang mesin dan bercampur dengan oli.

Jika raung mesin telah bercampur oli dan air, maka mesin akan mengalami stress yang mengakibatkan mogok, sampai mengharuskan turun mesin jika sudah terlalu parah. Karena itu sangat penting bagi kendaraan menggunakan oli mesin yang sesuai dengan ketentuan dan rekomendasi pabrikan.

Source: link 

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com