JAKARTA – Makanan kaleng kerap dijadikan pilihan bagi sebagian orang karena sifatnya yang praktis dan mudah untuk dihidangkan. Meski begitu, beberapa penelitian menunjukkan tentang adanya bahaya makanan kaleng.

Dilansir dari Boldsky, makanan kaleng cenderung meningkatkan risiko terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi. Alasannya sederhana, makanan kaleng mengandung kadar garam dan gula cukup tinggi, plus bahan pengawet yang tentunya membahayakan kesehatan.

Sedangkan penelitan lainnya, jurnal Hypertension dari American Heart Association mengungkapkan bahwa konsumsi makanan atau minuman yang dikemas dalam kaleng mengandung lapisan BPA (Bisphenol-A) dapat meningkatkan tekanan darah.

Rinciannya, makanan dan minuman kaleng mampu meningkatkan tekanan darah sebesar 5 mmHg. Menurut Dr. Yun-Chul Hong, pemimpin penelitian tersebut, BPA dapat bertindak seperti hormon estrogen dan berinteraksi dengan sel-sel di jantung dan pembuluh darah yang sensitif terhadap estrogen.

Artinya, BPA yang bercampur dengan makanan dan masuk ke dalam tubuh Anda dapat meningkatkan tekanan darah. Dalam jangka panjang, hipertensi juga bisa berakibat pada diabetes mellitus tipe 2, kanker prostat, obesitas, serangan jantung, hingga stroke.

Source: link