Tangerang – Demi melayani pangsa pasar business to business (B2B) IKEA Indonesia meresmikan IKEA Business.

Country IKEA Business Leader, IKEA Indonesia, Mery Zola mengatakan, IKEA Business merupakan layanan untuk memberikan inspirasi dan layanan perencanaan bagi pengusaha usaha kecil menengah, startup maupun usaha lainnya. Tidak hanya usaha baru tetapi juga usaha yang ingin direnovasi maupun diperluas.

“Saat ini kami membaginya dalam kategori perkantoran, ritel dan pariwisata (hotel, restoran, kafe). Tapi tidak menutup kemungkinan untuk segmen lain seperti sekolah TK,” katanya saat peresmian IKEA Business di Tangerang, Rabu (8/2/2017).

Layanan ini meliputi perencanaan interior khusus kalangan bisnis. Misalnya saja kunjungan ke lokasi, konsultasi pemilihan perabot, penawaran furnitur yang dibutuhkan, pengantaran hingga perakitan.

Untuk menyempurnakan layanan ini, IKEA meluncurkan kartu keanggotaan IKEA Business dan lima ruang inspirasi. Secara khusus toko ini mengubah lima dari 55 ruang inspirasi menjadi beberapa tema usaha, antara lain sekolah taman kanak-kanak, ritel (butik), interior perkantoran, kafe dan kamar hotel.

Masing-masing ruangan memberikan gambaran atau contoh desain penempatan dan pemilihan perabot sesuai dengan kebutuhan komersial yang memerlukan daya tahan lama ketimbang perabot rumahtangga.

“Kami memiliki 9.500 item produk dan menyeleksinya sesuai dengan kebutuhan komersial (public use),” ucapnya.

Selain itu, Anda dapat memperkirakan jenis perabot yang dibutuhkan dan estimasi biaya. Misalnya ruang kafe (26 m2) lengkap dengan meja, kursi, lampu dan kitchen set senilai Rp93 juta, butik (18 m2) beserta meja, lampu, kamar ganti dan tempat barang senilai Rp15 juta dan interior perkantoran (28 m2) khusus furnitur hanya menelan biaya Rp70 juta.

Sementara jasa layanan kunjungan dipatok harga Rp300 ribu/visit (100 m2-1.000 m2), biaya desain Rp50 ribu/m2 dan tambahan Rp50 ribu/m2 untuk desain 3D.

IKEA Business sebenarnya sudah dimulai sejak Oktober 2015 silam. Bahkan IKEA di beberapa negara sudah merilisnya, seperti Hong Kong, Taiwan, Jepang, Australia dan Malaysia. Hingga kini sudah terhimpun 860 anggota IKEA Business di Indonesia. Hanya saja sebelumnya tidak menyediakan jasa desain interior.

Saat ini, sambung Mery, penjualan perabot kategori komersial dari total seluruh produk IKEA sejak toko didirikan di Indonesia baru mencapai 1%. “Melalui peresmian IKEA Business kami menargetkan pertumbuhan penjualan capai 5% hingga akhir tahun ini,” pungkasnya.

Source: link