JAKARTA – Kesepakatan penjualan 49,9% saham Proton kepada Zhejiang Geely, diharapkan membawa dampak signifikan terhadap kekuatan merek Proton dan gairah baru bisnisnya.

Angin segar tersebut tentu juga ditunggu sejumlah jaringan-jaringan bisnis Proton di berbagai negara, tak terkecuali Proton Edar Indonesia (PEI).

Apalagi, pasar Indonesia terbilang “ladang pertempuran” berat bagi merek otomotif asal negeri jiran ini. Hampir setahun Proton berada diambang “kegalauan”.

Isu mundur secara diam-diam atas langkah restrukturisasi besar-besaran di tubuh PEI pelak menghampirinya pada tahun belakang. Apalagi, jika melihat hasil penjualannya pada 2016 hanya sebanyak 589 unit, jelas kabar miring itu semakin kentara.

Namun, perusahaan bermarkas di Shah Alam itu coba menepis rumor tak sedap terhadapnya pada Februari lalu. Melalui prosesi peluncuran produk baru Proton Iriz di Jakarta.

Hingga tiba kabar kesepakatan antara Proton dengan produsen mobil China yang juga membawahi merek Volvo, yakni Geely Automobile Holdings Ltd.

Kehadiran negara ekonomi terbesar kedua dunia itu tentu disambut positif PEI. Permasalahan kucuran dana segar jelas menjadi momok internal untuk bisa bergerak secara bebas dalam pertarungan di pasar otomotif Indonesia yang mayoritas dikuasai Jepang.

Permasalahan kurangnya sosialisasi produk, serta ekspansi jaringan purnajual seharusnya bisa teratasi secara apik.

Namun hingga saat ini, “surat cinta” hasil dari kolaborasi tersebut belum jua sampai ke Indonesia.

“Kesepakatan itu tentu harapannya positif. Sementara bagaimana strategi selanjutnya, kita masih belum ada arahan baru. Kita masih menjalankan arahan saat CEO Proton Holding, Datu Ahmad Fuaad berkunjung ke Indonesia pada Februari lalu, bahwa tahun ini setelah Iriz ada penambahan produk baru lagi, yakni New Persona dan Saga,” jelas Rully Septiadi, Marketing Head PEI, kepada Dapurpacu.com.

Selain itu, PEI tahun ini tambah Rully, akan mulai fokus lagi sekaligus pembenahan diri, termasuk penguatan layanan purnajual di Indonesia.

Disinggung peluang kolaborasi bersama Geely di Indonesia, Rully masih belum mau membuka informasi terkait.

Tapi memang, jika melihat eksistensi Geely di Indonesia, sejatinya tidak ada yang layak diandalkan, karena sepak terjangnya hingga saat ini saja masih dipertanyakan. Seperti peribahasa hidup segan mati tak mau.

Source: link 

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com