JAKARTA – Ekspor kendaraan Toyota dari Indonesia pada awal 2017 sukses menunjukkan pertumbuhan signifikan, khususnya pada Januari bila dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya. Pertumbuhan yang dialami sekitar 76 persen.

Total ekspor kendaraan CBU (Completely Built Up) oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) tercatat sebanyak 15.400 unit, pada Januari lalu, dibandingkan pada Januari 2016 yang hanya sebanyak 8.800 unit.

Dari seluruh ekspor tersebut, Toyota Fortuner masih menjadi model dengan kontribusi terbesar yakni sekitar 5.000 unit atau 29 persen dari total keseluruhan yang terdiri dari 9 model Toyota.

“Kami berharap performa positif ekspor awal tahun ini dapat terus dipertahankan sehingga target peningkatan ekspor sebesar 10 persen pada tahun 2017 dapat kami capai. Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan daya saing global produk kami agar dapat diterima di semakin banyak negara tujuan,” kata Wakil Presiden Ditektur TMMIN, Warih Andang Tjahjono.

Saat ini, TMMIN telah memiliki 80 negara tujuan ekspor di seluruh dunia. Untuk model kendaraan yang diekspor adalah Yaris, Avanza, Rush, TownAce/LiteAce, Agya, Kijang Innova, Fortuner, dan Sienta.

Sienta menjadi nama terbaru pada daftar ekspor TMMIN, yang ekspornya telah dimulai pada September 2016 ke tiga negara tujuan; Malaysia, Singapura, dan Thailand. Pada awal tahun ini sendiri, Sienta diekspor sebanyak 600 unit.

Di sisi lain, ekspor kendaraan Completely Knocked Down (CKD) atau setengah jadi pada awal tahun ini mencatat sebanyak lebih dari 3.500 unit dan lebih dari 8 juta unit. Pada 2016, ekspor kendaraan Toyota CBU dari Indonesia membukukan jumlah 169.098 unit.

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com