KUTA – Sebuah keistimewaan bisa mencoba sesuatu yang seharusnya belum bisa dijangkau oleh khalayak luas, seperti yang kami sempat alami saat mengikuti test drive All-New Mazda CX-5 2017. Ya, mobil ini belum diluncurkan ke pasar otomotif Indonesia dan kami telah mengujinya dengan melakukan perjalanan dari Malang, Jawa Timur ke Pulau Bali.

Perjalanan atas ajakan PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) sebagi pemegang baru mereka Mazda di Indonesia, selama tiga hari, (11-13/7) lalu, untuk merasakan segala pembaruan dan ketangguhan dari medium SUV andalan Mazda ini.

Delapan unit CX-5 generasi kedua langsung kami jumpai begitu keluar dari terminal kedatangan Bandara Abdul Rachman Saleh, yang terbagi dari empat unit varian Grand Touring (GT) dan empat unit lainnya varain Elite. Kami bersama dua rekan jurnalis lainnya mendapat unit CX-5 GT yang adalah varian terendah untuk mobil ini.

Sebelum memulai perjalanan, sejenak kami sempatkan waktu untuk mengagumi wujud baru CX-5 yang semakin modern dan futuritstik dengan mengabadikannya di kamera. Fascia depan dengan desain lampu utama yang lebih sipit dan minimalis dari aksen panel hitam berhasil menciptakan kesan premium.

Sedangkan jika melihat sekeliling bodi, secara garis besar serupa dengan CX-5 pendahulu meski memiliki lampu belakang lebih ramping dan sedikit lebih mewah, dengan aksen chrome yang melintang pada sisi bawah jendela samping hingga pilar C.

Kembali kami dibuat terkesan saat masuk ke dalam kabinnya, karena selain telah mengalami rombakan desain yang lebih mewah pada dashboard dan setir, kualitas material pada interior juga telah meningkat pesat. Baik di dasbor, panel pintu dan konsol, material soft touch semakin mendominasi sebagai salah satu penekanan dalam pengembangan All-New CX-5 untuk mengurangi NVH (Noise, Vibration, Harshness).

Duduk di kursi pengemudi langsung kami merasakan posisi yang kurang lebih sama dengan di CX-5 sebelumnya dengan visibilitas terbilang baik, hanya sedikit terganggu pilar A yang tebal meski telah sedikit dimundurkan posisinya. Pengemudi kini semakin dimanjakan dengan pengaturan posisi kursi secara elektrik, sementara untuk penumpang depan fitur serupa tersedia pada varian Elite.

Menyusuri jalan raya keluar kota Malang, yang langsung kami rasakan dari CX-5 terbaru adalah karakter suspensi dengan redaman lebih lembut dari sebelumnya. Tentu ini akan menambah kenyamanan di dalam kabin saat menempur perjalanan hingga 500 kilometer yang kami tempuh.

Untuk memenuhi jadwal yang ditentukan oleh panitia, perjalanan pun kami tempuh dengan kecepatan cukup tinggi di belakang kawalan Polisi Patwal bermobil Mazda6. Kondisi ini cocok untuk menguji performa serta peningkatan kualitas NVH.

CX-5 yang pertama kali meluncur pada Los Angeles Auto Show 2016 masih mengandalkan mesin SKYACTIV-G 2.5 liter dari generasi pendahulu, yang telah mengalami pemrograman ulang software dengan hasil peningkatan tenaga menjadi 140 hp dan torsi 251 Nm. Meski ‘lawas’, nyatanya mesin berkode PY-VPS masih tangguh dan andal mengarungi rute perjalanan ala SUV.

Tanpa harus mengaktifkan mode mengemudi Sport, CX-5 masih sanggup diajak berakselerasi instan, terlebih saat perjalanan masih di dalam kota dengan membelah kemacetan. Tidak perlu memindahkan transmisi ke mode manual, CX-5 masih sanggup merespons cepat.

Bicara soal transmisi CX-5, inilah yang paling membuat kami terkesan dari seluruh pembaruan yang ada. Bukan saat akselerasi, transmisi otomatis 6-speed SKYACTIV-DRIVE justru terasa penyempurnaannya saat melakukan perpindahan gigi turun (down-shift) dalam mode manual.

Perpindahan dari gigi tinggi ke rendah kami rasakan sangat halus, nyaris tidak terjadi engine brake yang sampai membuat tubuh terlempar ke depan. Transmisi dengan cerdas dan singkatnya menurunkan gigi, masuk ke netral, rev matching dan masuk ke gigi yang diinginkan, sehingga perpindahannya nyaris tidak terasa, layaknya CVT.

Namun sayang, kenikmatan dan keasyikan mengoperasikan transmisi CX-5 kini tidak lagi bisa dilakukan dengan paddle-shifter yang tidak ada seperti di model sebelumnya.

Kembali ke sektor pengendalian, meski karakter suspensinya telah diperlembut, CX-5 masih bisa diajak bermanuver agresif dengan mantap seperti model Mazda SKYACTIV umumnya. Itu kami rasakan saat menempuh jalur berkelok saat mendaki dan menuruni Gunung Batur di Bali, di mana body CX-5 sangat minim gejala limbung.

Karakter khas SKYACTIV-CHASSIS juga bisa dirasakan melalui respons kemudi yang cepat dan komunikatif, membuat memutar lingkar kemudi CX-5 yang berdesain baru semakin meyakinkan.

Sedangkan untuk para penumpang, kenyamanan bertambah bukan hanya dari suspensi lebih lembut tapi juga berkurangnya suara gaduh dari luar kabin berkat penignkatan signifikan pada sisi peredaman di berbagai area. Uniknya, salah satu upaya peredaman bahkan dilakukan dengan membuat posisi wiper depan lebih rendah dari garis bonnet sehingga aliran udara lebih streamline.

Bicara soal Mazda terkini tidak bisa melewatkan soal fitur dan kecanggihannya yang melimpah. Paling menarik dari CX-5 terbaru adalah Adaptive LED Headlights (ALH) yang mampu memberikan pencahayaan optimal di saat malam, sekaligus tetap membuat pengendara lain tidak terganggu dengan pancaran cahaya lampu, khususnya dari arah berlawanan.

Fitur Active Driving Display didesain ulang dengan memancarkan informasi langsung ke kaca depan, dengan tampilan lebih atraktif dan informatif. Sebenarnya ada juga Blind Spot Monitoring (BSM) + Rear Cross Traffic Alert (RCTA) dan Lane Departure Warning System (LDWS) dan Driver Attention Alert (DAA) pada CX-5, tapi dengan kondisi konvoi di belakang Patwal kami tidak bisa begitu membuktikan fitur-fitur ini.

Standar baru pada CX-5 yang akan diterapkan juga pada seluruh line-up Mazda adalah teknologi G-Vectoring Control (GVC) yang output torsi mesin berdasarkan putaran setir untuk mengendalikan G-force. Fitur ini bekerja dengan sangat baik, sehingga sangat sulit pula untuk dirasakan bagaimana fitur ini beroperasi.

Ya, kami berani bilang kalau All-New CX-5 adalah SUV dengan karakter pengendalian paling baik dan paling menyenangkan di kelasnya yang melibatkan Nissan X-Trail dan Honda CR-V. fitur dan teknologi yang dimilikinya pun adalah paling lengkap bila dibandingkan kedua kompetitor tadi.

Soal berapa harganya, kita masih harus menunggu sampai Mazda meluncurkan All-New CX-5 saat GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS 2017), pada Agustus besok. Namun dipastikan harganya akan lebih mahal dari model sebelumnya.

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com