JAKARTA – Orang nomor satu Ducati, Claudio Domenicalli mengatakan, ke depan, merek asal Italia ini akan menyesuaikan produk-produknya supaya harganya lebih terjangkau dan dapat diterima pasar Indonesia.

Pria yang menjabat CEO Ducati sejak 2013 lalu menyatakan bahwa Indonesia merupakan pasar potensial, namun terkendala pajak barang mewah yang membuat harga produknya melambung tinggi.

“Di sini ada pajak barang mewah yang besar, dan jadi kendala untuk sepeda motor besar. Ini akan berakibat pada kemampuan beli sepeda motor, karena harganya akan sangat mahal,” katanya.

Claudio mengatakan, ke depan, pihaknya berharap bisa mengontrol hal itu dengan menawarkan motor berkapasitas mesin sesuai untuk market lokal. Supaya bisa menjangkau konsumen lebih luas.

“Asia sangat menarik. Kami punya pabrik di Thailand, dibeberapa pasar cepat naik tapi ada juga masalah. Di Indonesia memang masih kecil, tapi ada potensi berkembang,” imbuhnya.

Ducati 250 cc
Pernyatan Claudio yang soal menawarkan motor yang lebih ‘sesuai’ untuk market Asia, seolah membetulkan berita bahwa Ducati mencari mitra di India untuk memproduksi motor berkapasitas kecil.

Kabar beredar yakni motor satu silinder seperempat liter. Namun Claudio membantahnya dengan gaya khas orang Italia. “I must kill you if i told you that,” katanya sambil tertawa.

Sedikit mengulas soal rencana Ducati, mengutip India Times, pabrikan melirik Hero MotoCorp dan Royal Enfield untuk memproduksi motor bermesin kecil milik Ducati untuk dijual global.

Belum tahu rencana ini apakah bakal seperti BMW dan TVS atau berdiri independen. Namun Andrea Buzzoni, Global Sales & Marketing Director Ducati mengatakan, hal ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Motivasi melebarkan portofolio motor bermesin lebih kecil disebut merupakan upaya untuk ekspansi pasar. Ducati ingin meniti jalan di pasar-pasar baru seperti Tiongkok, India, Brasil bahkan Indonesia.

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com