JAKARTA  – Setelah sempat dilarang dijadikan armada taksi berbasis online sejak Oktober 2016, Kementerian Perhubungan kini mengizinkan mobil dengan kapasitas mesin 1.000 cc digunakan sebagai taksi online.

Keputusan ini menggantikan Peraturan Menteri Perhubungan No. 32 tahun 2016 pasal 18 ayat (2) soal pelayanan angkutan sewa. Kubikasi mesin yang diperbolehkan direvisi yang tadinya minimal 1.300 cc kini menjadi 1.000 cc.

Kemenhub mengatakan, kebijakan baru ini sejalan dengan aturan pemerintah mengenai mobil ramah lingkungan. Di mana emisi karbon yang dihasilkan mobil berkubikasi rendah terbilang kecil.

Selain isu lingkungan, keputusan memperbolehkan mobil 1000 cc menjadi taksi online juga dilandasi kebutuhan publik terkait tingkat ekonomi masyarakat. Selain itu diklaim dapat menumbuhkan iklim usaha.

Dengan demikian semua mobil LGCC kini bisa menjadi taksi online. Sebut saja Datsun Go, Agya-Ayla, Cayla-Sigra, Honda Brio, dan Suzuki Karimun. Termasuk juga Daihatsu Xenia 1.0-liter.

Kecuali Xenia 1.0-liter, keputusan ini membuat Kemenhub seolah plin-plan terkait standar keamanan mobil LCGC. Di mana Kemenhub sempat mengatakan mobil LCGC kurang layak untuk dijadikan kendaraan sewa.

Kepala Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Pulogadung Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Muslim, pernah mengatakan, LCGC dilarang jadi taksi online untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan penumpang.

Kapasitas mesin kecil sempat dikhawatirkan tidak cukup membawa penumpang 4 orang bila menggunakan AC. Mobil murah tersebut juga diklaim kurang stabil jika dibawa dalam kecepatan tinggi.

“Teknologi rem pada mobil LCGC juga belum pakai sistem ABS. Dan juga berat kendaraan yang ringan menyebabkan kendaraan kurang stabil,” katanya mengutip Beritasatu (5/10/2016).

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com