JAKARTA – Dari keseluruhan desain modern city car terbaru Suzuki yang diklaim menunjang gaya hidup kaum urban ini, ternyata Ignis juga tidak melepaskan sentuhan masa lalu. Itu bisa dilihat jika Anda memperhatikan bagian buritan, atau pilar C yang memperlihatkan tiga garis coak.

Banyak dari kawan-kawan media yang berkesempatan ikut media drive Suzuki Ignis, di Jakarta, terkecoh dengan menyebut tiga garis coak di pilar C Ignis layaknya logo Adidas.

Namun, menurut keterangan Arviane D.B selaku Strategic Planningnya Department CSR & Internal Communication PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), bahwa garis coak di sisi kiri-kanan Ignis merupakan adopsi dari desain sedan mini Suzuki yang populer pada masanya, yakni Suzuki Fronte.

“Itu bukan logo Adidas tapi mengambil dari turunan desain sedan klasik Suzuki Fronte, yang populer di Jepang pada awal tahun 70-an,” katanya.

Alasannya sendiri, lanjut perempuan manis yang akrab disapa Ane itu, bahwa Ignis ingin menghadirkan kembali kepopuleran sedan Fronte di Jepang.

Bahkan, dulu Fronte bisa dibilang mobil “gila” karena Suzuki pada saat itu membanderol Fronte lebih murah dari harga sebuah televisi, seloroh Ane kepada Dapurpacu.com, Selasa (25/4).

Hal itu pula yang diharap SIS ketika mematok Suzuki Ignis di pasar city car Indonesia, dengan harga mulai dari Rp 139,5 juta yang sangat bersaing dengan banderol “mobil bersubsidi” atau LCGC.

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com