JAKARTA – Sebenarnya sensasi nyeri dapat dikurangi tanpa konsumsi obat. Anda dapat melakukan beberapa kegiatan ini.

Rasa nyeri menjadi gejala sebuah penyakit. Akibat sensasi ini, Anda pun sulit menjalankan aktivitas sehari-hari. Tidak jarang mengonsumsi obat pereda nyeri (anti-inflamasi) menjadi pilihan utama. Namun, terlalu sering asupan obat juga tidak baik bagi tubuh.

Anda bisa mengalihkan nyeri dengan beberapa kegiatan berikut. Misalnya saja menghabiskan waktu bersama teman-teman. Bercengkerama bersama mereka memacu hormon endorfin pada otak Anda. Sehingga menimbulkan perasaan bahagia yang mengurangi sensasi nyeri Anda.

Sensasi nyeri juga dapat ditekan dengan tertawa lepas. Profesor psikologi evolusioner di Oxford University, Robin Dunbar, PhD menjelaskan, tertawa karena bercanda dengan teman maupun menonton film lucu dapat menurunkan rasa nyeri. Hal ini lagi-lagi disebabkan produksi hormon endorfin.

Memanjakan diri dengan pijat bisa menjadi pilihan Anda. studi Mayo Clinic (2015) menemukan, pijat dapat ‘melumpuhkan’ nyeri karena reseptor tekanan di kulit merespon sentuhan orang lain dengan mengaktifkan saraf vagus. Peningkatan aktivitas saraf tersebut mengurangi stres tubuh dan meringankan nyeri.

Tubuh semakin rileks dengan meditasi. Menurut penelitian dalam Journal of Neuroscience, meditasi dapat menghilangkan nyeri bahkan ketika obat anti-inflamasi tidak bekerja.

Sementara itu, nyeri punggung bawah dapat berkurang dengan melakukan yoga. Penelitian Archives of Internal Medicine menemukan, nyeri punggung bawah berkurang setelah latihan yoga selama 12 pekan dengan intensitas waktu 55 menit tiap pekan.

Selain memanjakan tubuh, menggerakkan tubuh hingga berkeringat pun dapat menekan rasa nyeri. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Rehabilitation Research and Development menemukan, olahraga lari, bersepeda dan renang selama 25 menit menurunkan sensasi nyeri hingga 28%. Olahraga ini dapat membantu mengurangi nyeri pada kondisi nyeri punggung bawah dan fibromyalgia.

Jurnal Pain melansir, atlet memiliki toleransi lebih tinggi terhadap nyeri ketimbang bukan atlet. Bahkan, banyak penelitian mengaitkan latihan angkat beban bermanfaat menurunkan nyeri.

Source: link