JAKARTA – Pangsa pasar pusat kebugaran di Indonesia masih sangat besar, sebanyak 99% di antaranya belum tergarap.

CEO Gold’s Gym Indonesia Francis Wanandi mengatakan, bisnis pusat kebugaran seluruh Indonesia masih sangat menjanjikan karena pangsa pasar yang tergarap masih di bawah 1% dan di Jakarta 3%-4%.

“Semakin banyak orang terlibat akan semakin bagus. Tapi saat ini animonya masih terpencar,” ucapnya saat Perayaan Ulang Tahun Gold’s Gym Indonesia ke-9 dan Peluncuran Bodypump 100 di Jakarta, Sabtu (14/1/2017).

Kini orang-orang dapat melakukan latihan kebugaran tanpa harus di pusat kebugaran tetapi di rumah, taman maupun tempat kebugaran skala kecil di perumahan.

Namun, Francis justru mengapresiasi adanya masyarakat yang mulai sadar pola hidup sehat. Sementara penetrasi pasar bisnis kebugaran di Indonesia masih berjalan sangat lambat ketimbang di negara-negara maju. Hal ini disebabkan perbedaan budaya.

“Olahraga di negara-negara maju adalah gaya hidup. Sedangkan kita belum bisa bedakan sehat dan fit,” sambungnya.

Francis menambahkan, pemahaman sehat dan fit masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Sehingga ketika tubuh sehat tidak perlu olahraga. Padahal sehat belum tentu fit atau bugar. Tetapi bugar sudah tentu sehat.

“Masih banyak anggap kebugaran tidak ada urgensinya. Padahal ini investasi ketika usia lanjut,” katanya.

Memasuki usia ke-9, sebanyak 23 club Gold’s Gym Indonesia tersebar di Medan, Jabodetabek, Bandung dan Surabaya. Sementara anggota aktif sebanyak 66 ribu dengan perbandingan jumlah laki-laki 55% dan perempuan 45%. Beberapa kelas latihan paling diminati antara lain Bodypump, Bodycombat, Bodybalance, Sh’Bam dan Zumba.

“Tahun ini direncanakan membuka 1-2 club di Jakarta,” pungkasnya.

Source: link