JAKARTA – Langkah PT SGMW Motor Indonesia membawa merek kendaraan Wuling dari China dianggap sudah lebih baik oleh pengamat otomotif Bebin Djuana, jika melihat dari jenis produk yang dipilihnya untuk pasar Indonesia.

Menurut Bebin, langkah awal Wuling telah lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa merek otomotif dari China yang telah lebih dulu hadir sebelumnya, baik roda empat maupun roda dua.

“Belajar dari pengalaman hadirnya motor China di awal tahun 2000-an lalu, mereka mampu meraih market share yang luar biasa dari beberapa merek, tapi mereka tidak kuat dari sisi after sales,” terang Bebin pada acara Diskusi Pintar oleh Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) bersama Wuling Indonesia, di Jakarta, Jumat (21/4).

Pada awal 2000-an, Indonesia mengalami invasi merek-merek sepeda motor dari China yang sesaat sempat sukses menarik minat konsumen. Namun, merek-merek tersebut lemah dari sisi purna jual yang tidak tersedia dengan baik, sehingga akhirnya merek-merek tersebut hilang dari peredaran.

Beberapa tahun kemudian, giliran merek mobil China hadir di Indonesia, yakni Cherry dan Geely. Meski kehadirannya tidak begitu terlihat di pasar, baik Cherry dan Geely yang mengandalkan produk jenis hatchback masih bertahan saat ini.

“Produk Wuling cukup menarik daripada merek China yang pernah ada sebelumnya, seperti Cherry. Produknya cukup serius, jenisnya cukup make sense karena MPV punya volume penjualan besar daripada jenis sedan atau hatchback,” lanjut Bebin.

Pria yang pernah berkarir di divisi pemasaran PT Hyundai Mobil Indonesia tersebut, juga membandingkan Wuling dengan Hyundai. Wuling sudah berani langsung berinvestasi membangun fasilitas pabrik sejak awal, sementara Hyundai hanya memiliki fasilitas perakitan (CKD) untuk model tertentu.

Selain pabrik, Wuling juga menyiapkan setidaknya 50 jaringan penjualan dan purna jual saat mereka mulai pasarkan produk pertamanya, pada kuartal III tahun ini.

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com