JAKARTA – Pamor rokok elektrik atau yang kerap dibilang vape semakin melejit. Bahkan, banyak perokok konvensional yang beralih memakai ‘rokok uap’ ini. Pertanyaannya, amankah jika kita menghisap vape?

Untuk mencari tahu kebenaran bahaya menghisap vape, para peneliti dari University of Rochester Medical Center, di AS, melakukan sebuah riset dengan meneliti riwayat medis para pemakai rokok elektrik. Hasilnya, para peneliti menyepakati bahwa vape juga dapat merusak kesehatan gigi dan gusi, sama halnya dengan rokok tembakau.

“Berapa banyak dan seberapa sering seseorang menghisap vape akan menentukan tingkat kerusakan pada gusi dan rongga mulut,” ujar Mahmoud Rouabhia  selaku pemimpin penelitian tersebut seperti dikutip dari Star 2, Rabu (30/11).

Bahkan, dalam studi lainnya yang dipublikasikan jurnal Oncotarget, pembakaran dari vape dan uapnya cenderung reaktif dan bisa merusak jaringan sel pada gusi dan mulut. Jadi, hal inilah yang menjadi gerbang pintu bagi penyakit mulut dalam menjangkiti penghisap vape.

Selain itu, bahan kimia yang menjadi penyedap rasa pada nikotin vape dapat memicu lahirnya sel-sel kanker mulut.

“Sangat penting untuk diingat bahwa vape mengandung nikotin dan dapat berkontribusi pada kanker mulut,” sambung peneliti lainnya, Fawad Jave.

Kajian tentang bahaya rokok elektrik pun menarik minat para peneliti dari Université Laval, Kanada. Lewat hasil studi yang dimuat dalam Journal of Seluler Fisiologi, mereka menemukan sejumlah besar sel mulut mati dalam beberapa hari karena terkena uap vape sehingga infeksi mikroba penyebab kanker mulut lebih mudah menyerang.

 

Source: link