JAKARTA – Ada tujuh hari dalam sepekan pada kalender yang umum dipakai saat ini. Apa artinya?

Dua peradaban pertama yang menerapkan tujuh hari sepekan adalah Babilonia karena kalender siklus bulan membagi setiap fase per tujuh hari. Meski tak selalu akurat, mereka menerapkannya. Sementara Romawi Kuno memiliki delapan hari dan melabelinya dengan alfabet A-H.

Ketika Kalender Julian dikenalkan pada 46 SM, jumlah hari dalam sepekan dikurangi satu menjadi tujuh. Keduanya pun digunakan di Roma secara bersamaan, hingga Kaisar Konstantinus yang Kerajaan Romawi Kristen pertama, meresmikan tujuh hari sepekan pada 321.

Adapun nama hari dan bulan, diberikan oleh para astronom Mesopotamia berdasarkan nama dewa. Bangsa Yunani kemudian melakukan hal yang sama. Romawi kemudian mengadaptasi hal ini ke dewa mereka dan nama-nama tersebut digunakan penduduk Eropa, khususnya yang kini bertempat di Jerman dan Skandinavia.

Berikut arti nama-nama hari.

Monday diambil dari moon (bulan). Banyak bangsa yang mendedikasikan penghormatan khusus untuk satelit Bumi ini. Sedangkan Senin, diambil dari Bahasa Arab, Isnain, berarti dua. Bentuk lainnya dari Bahasa Sansekerta, Soma, artinya bulan.

Tuesday dari dewa perang dan langit yang kurang begitu dikenal, Tiu atau Twia. Mitologi Viking mengenalnya sebagai Tyr, dewa pembela. Kata Selasa diambil dari Bahasa Arab, artinya tiga. Nama lain dalam Bahasa Sansekerta adalah Anggara, berarti Planet Mars.

Wednesday diambil dari Woden, dikenal sebagai dewa yang memimpin dengan kasar. Ia memiliki kaitan dengan Odin, pemimpin para dewa di mitologi Norwegia. Rabu dari Bahasa Arab, berarti empat. Bahasa Sansekertanya, Budha, berarti Planet Merkurius.

Thursday berasal dari Thor, dewa kilat dan petir dari Norwegia. Nama ini dikaitkan dengan dewa-dewa yang mampu menciptakan badai. Kamis dari Bahasa Arab, berarti lima. Bahasa Sansekerta mengenalnya sebagai Wrespati, artinya Planet Jupiter.

Friday diasosiasikan dengan Freya, dewi cinta, pernikahan dan kesuburan dari Norwegia. Jumat berasal dari Bahasa Arab, Jumu’ah, artinya ramai. Bahasa Sansekerta mengenalnya sebagai Sukra, berarti Planet Venus.

Saturday adalah Saturn’s Day dalam Bahasa Inggris. Saturn adalah dewa Romawi yang dikaitkan dengan kekayaan dan waktu. Sabtu diambil dari Bahasa Ibrani, Sabbat, berarti ‘berhenti’. Dalam Bahasa Sansekerta berarti Planet Saturnus.

Sunday adalah hari matahari, untuk menghormati si bintang penopang kehidupan Bumi tersebut. Dalam Bahasa Indonesia, Minggu diambil dari Bahasa Portugis Domingo, dieja ‘dominggu’ dalam Bahasa Melayu awal. Pada versi Sansekertanya, ini berarti matahari.

Source: link