JAKARTA – Scoopy pertama kali meluncur di Indonesia pada Juni 2010. Kala itu, Astra Honda Motor (AHM) punya kekhawatiran apakah model skutik retro dengan garis membulat bakal laku di pasaran.

“Pada saat itu di Indonesia kami belum melihat pasarnya dan karena bentuknya yang membulat. Dan saya ingat AHM enggak percaya bisa menjual Scoopy di Indonesia,” kata Toshiyuki Inuma, Presiden Direktur AHM.

Johannes Loman, Executive Vice President Director AHM melanjutkan, usai meluncur, secara bertahap Scoopy mulai diterima pasar. Hingga 2017, Scoopy bahkan sudah terjual sebanyak 2 juta unit.

“Scoopy diperkenalkan sejak 2010. Kini selama tujuh tahun, motor ini telah dipakai oleh 2 juta pengendara di Indonesia sebagai moda terbaik untuk mengekspresikan gaya hidup mereka,” katanya.

Scoopy bahkan kini memimpin pasar skutik di segmen retro modern kelas 110 cc, yang diketahui pemainnya hanya ada dua yakni Scoopy dan Yamaha Fino.

“Market share kami 70% lebih di segmen ini (skutik retro modern). Dengan penjualan sekitar 55 ribu unit per bulan. Kami optimis kami tetap di atas, karena mamang pasar skutik besar,” katanya.

Mengutip data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan Scoopy meningkat signifikan hingga 36,6% pada 2016 dibandingkan pada 2015 dengan total penjualan sebanyak 528.622 unit.

Honda boleh berbangga dengan capaian tersebut. Sebab angka itu justru naik di tengah menurunnya penjualan total skutik Indonesia sebesar 3,9%

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com