JAKARTA – Ada beragam suplemen kolagen di pasaran. Tidak semua sesuai dengan kebutuhan atau bahkan tidak berdampak bagi kesehatan Anda.

Mungkin Anda menganggap semua suplemen kolagen sama. Padahal masing-masing produk ini berbeda. Ada begitu banyak jenis bahan yang digunakan produsen suplemen kolagen.

1. Jenis kolagen

Sebelum membeli suplemen ini perhatikan komposisinya. Kolagen tersusun atas asam amino atau peptida. Senyawa tersebut dapat diperoleh dari beberapa bagian hewan, seperti kulit, tulang dan sisik. Umumnya hewan yang dimanfaatkan yakni sapi, babi, ayam dan ikan. Kolagen ikan (marine collagen) biasanya lebih mudah diserap tubuh ketimbang kolagen lainnya.

Pada umumnya suplemen kolagen terbagi dua jenis, tipe I dan tipe II. Suplemen kolagen tipe I mengandung asam amino yang telah dipecah menjadi bagian-bagian kecil (hidrolisis). Sehingga dapat diaplikasikan pada minuman panas dan dingin karena mudah larut. Kolagen ini bersumber dari tulang dan kulit sapi, babi dan sisik ikan. Sementara suplemen kolagen tipe II berasal dari tulang rawan ayam dan sulit larut dalam air.

2. Kontaminasi

Suplemen kolagen berisiko terkontaminasi timah hitam. Pasalnya beberapa penelitian menunjukkan tulang dan kulit hewan dapat mengakumulasi logam berat. Paparan logam berat dalam tubuh dalam jangka waktu lama menyebabkan kerusakan ginjal, hati, lambung hingga sistem saraf. Anda perlu memilih suplemen yang telah tersertifikasi keamanan kontaminasi logam berat dari pihak ketiga.

3. Tidak diatur FDA

Hingga kini Food and Drug Administration (FDA atau USFDA) tidak mengatur regulasi suplemen kolagen. Oleh karena itu, Anda perlu memilih suplemen kolagen yang menggunakan bahan baku peptida kolagen dari perusahaan manufaktur bersertifikat, seperti National Sanitation Foundation (NSF).

Setelah Anda membeli produk ini sebaiknya uji khasiat dan keamanannya. Anda bisa terus menggunakan suplemen ini bila tidak merasakan dampak buruk kesehatan selama 2-3 bulan pertama.

4. Khasiat masih diragukan

Alasan utama mengonsumsi suplemen kolagen yakni mengurangi keriput kulit dan menyehatkan rambut. Sayangnya manfaat ini tidak bisa Anda rasakan karena kolagen dicerna di dalam saluran pencernaan. International Journal of Clinical Pharmacological Research (2002) menemukan enzim pepsin dan asam hidroklorida dalam sistem pencernaan menghancurkan suplemen kolagen. Namun penelitian yang sama menemukan kolagen tipe II lolos dari sistem pencernaan tanpa kehilangan struktur kimianya.

Khasiat suplemen kolagen lain yang masih memerlukan penelitian lebih lanjut yakni efektivitas sindrom usus bocor, osteoartritis dan rheumatoid arthritis.

Source: link