JAKARTA – PT Honda Prospect Motor (HPM) mengakui masih enggan untuk membawa atau memproduksi kendaraan berbahan bakar solar di pasar Indonesia. Kendati, di negara lain produk Honda diesel cukup diminati. Lantas apa alasannya?

Melalui Marketing & Aftersales Sales Service Director PT HPM, Jonfis Fandy menjelaskan di sela-sela peluncuran New Honda City dan Odyssey di Jakarta, Kamis (16/03), kenapa Honda di Indonesia ‘ogah’ membawa produk bermesin diesel.

Fakta pertama, bagi HPM harga bahan bakar bensin dengan solar saat ini tidak jauh berbeda atau beda tipis. Jadi, tidak ada yang signifikan perihal efesiensi jika bicara biaya pemakaian bahan bakar.

Fakta kedua, selain bicara efesiensi pada pemakaian jenis bahan bakar, HPM juga mempertanyakan soal perawatan di antara keduanya. “Coba hitung benar-benar apakah benar biaya perawatan dan sebagainya lebih murah pakai solar,” tambah Jonfis.

Fakta ketiga, Jonfis menyinggung pada harga jual produk mesin diesel dengan mesin bensin. Saat ini, harga mobil diesel jauh lebih mahal dari mobil bermesin bensin. “Perbedaan harganya itu saja kalau dibuat beli bensin bisa dipakai sampai 3 tahun,” katanya.

Fakta keempat, bicara tenaga, lanjut Jonfis, kini mobil bermesin bensin jauh lebih baik karena sudah ditunjang banyak teknologi canggih, ditambah lagi tingkat keiritannya juga sudah bisa ditekan.

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com