JAKARTA  – Mengajak anak bepergian dalam kendaraan butuh perhatian khusus. Selain kenyamanan, keamanan mereka juga membutuhkan perhatian khusus.

Setiap satu jam, tiga nyawa melayang akibat kecelakaan di Indonesia. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2014 menyebutkan, angka kecelakaan di Indonesia meningkat hingga 80%.

Tahun yang sama, data Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri) menyebutkan kasus kecelakaan yang melibatkan perempuan pengendara motor meningkat hingga 49,5%. Sekitar 80% terjadi karena perilaku buruk pengendara.

Stigma pengendara buruk pum melekat pada perempuan. Banyak kaum hawa berkendara sendiri atau mengajak anak tanpa menyadari bahwa si buah hati adalah potensi penyebab kecelakaan.

Rio Octaviano dari Road Safety Association mejelaskan, kecelakaan tak pernah terjadi karena efek tunggal. “Saat membawa anak berkendara, ibu harus memikirkan dan lebih berhati-hati,” tuturnya dalam sebuah talkshow di Jakarta.

Saat berkendara dengan mobil, pastikan anak duduk di car seat. Sebaiknya meletakkan car seat di kursi belakang untuk menurunkan risiko anak terpental dan terkena pecahan kaca saat terjadi kecelakaan.

Selain berada di belakang, posisi car seat lebih baik menghadap belakang untuk dapat melindungi bagian kepala, tulang leher dan tulang belakang anak. Saat anak rewel, usahakan menepi dahulu di tempat aman sebelum menenangkannya.

Upayakan berkonsentrasi dan tidak melakukan hal lain saat berkendara. Mengemudi adalah pekerjaan penuh yang membutuhkan fokus. Saat kehilangan fokus satu detik dalam kecepatan 60km/jam, mobil melaju hingga 17 meter.

Ketika berkendara, sebaiknya tak hanya melihat ke depan. Evaluasi keadaan sekitar menggunakan kaca spion. Secara periodik cek keadaan sekeliling agar tak terkejut jika ada kendaraan berkecepatan tinggi mendahului.

Source: link