BANYUWANGI – Pengalaman menarik dirasakan Dapurpacu.com bersama petinggi Astra Honda Motor (AHM), dan sejumlah awak media lainnya dalam special adventure menunggangi Honda Supra GTR 150, dari Jember menuju lokasi Honda Bikers Day (HBD).

Start di depan salah satu dealer Mitra Pinasthika Mulia (MPM) di Jember, rombongan berjalan menuju Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur (19/11). Melewati Bondowoso, Wonosari, lalu ke Banyuwangi via area perbukitan Kawah Ijen.

Sebelumnya Dapurpacu.com pernah ikut berpetualang bersama Honda Supra GTR dari Bogor menuju Bandung dan jalur Trans Sulawesi dari Manado ke Gorontalo. Nah, jalur via bukit Kawah Ijen ini mirip dengan jalur Bogor ke Bandung lewat Cirata, Purwakarta. Hanya saja jalur Jember Banyuwangi via Kawah Ijen ini lebih menantang.

“Jalur yang sekarang (Jember-Banyuwangi) menurut saya lebih menantang dari jalur Bogor-Bandung saat pertama kali Supra GTR ini diperkenalkan kepada publik,” ungkap Ahmad Muhibbuddin, Deputy Head of Corporate Communication AHM.

Pendahuluan Minim Rintangan

Lepas start di Jember, kami tidak menemukan rintangan yang berat, suguhan kondisi lalu lintas perkotaan yang padat, sering kami rasakan di Ibu Kota Jakarta. Keluar Jember menuju Bondowoso, patwal berkendara Harley-Davidson mulai memacu kendaraan lebih cepat, efeknya kami juga juga harus lebih cepat menyus, agar tidak ketinggalan rombongan.

Risiko jalan bersama rombongan, harus tetap siap kala motor di depannya mengurangi kecepatan secara mendadak dan memelintir gas kembali, apalagi dapurpacu.com berada di rombongan belakang. Nah, hentakan tenaga setelah mengurangi kecepatan, tidak membuat kami kewalahan untuk mengejar rombongan di depan. Praktis jalur Jember menuju Bondowoso yang di dominasi trek lurus dapat melaju dengan kecepatan rata-rata 70-80km/jam.

Bahkan, ketika jalur lurus dengan kondisi lalu lintas yang sepi, kecepatan motor bisa mencapai 100 sampai 105 km/jam. Melewati wilayah Bondowoso menuju Wonosari rombongan mulai disuguhkan trek berliku dengan lebar jalan yang sempit, plus tanjakan menikung.

Di trek tersebut, kami mulai merasakan performa Supra GTR 150, tikungan tajam dengan kondisi menanjak tidak membuat pengendara harus tarik nafas. Pasalnya tenaga mesin saat menikung di tanjakan dapat memuaskan hasrat pengendara.

Ciri khas jalanan pegunungan yang sempit dan bergelombang tidak membuat pengendara lelah untuk menguasai handling motor.

Terbukti motor ini nyaman untuk ‘ditekuk-tekuk’, kalaupun saat menikung keluar dari jalur, mudah untuk dikoreksi.

Menemukan Habitatnya

Rasa lelah karena harus melalui penerbangan pertama pagi hari dari Jakarta ke Surabaya lalu lanjut ke Jember dengan pesawat ATR, hilang seketika karena suguhan pemandangan alam yang menawan, ditunjang dengan kondisi motor yang mumpuni untuk melahap trek yang dihadapi.

Sebelum menuju Homestay Arabica di kawasan PT Perkebunan Nasional XII, Kawah Ijen. Sekitar 300 meter dari pintu gerbang menuju home stay kami disuguhkan jalanan offroad dengan menu pasir berbatu.

Bak bermain adventure dengan menggunakan motor trail, Supra GTR 150 digeber sejadi-jadinya. Walaupun ada efek spin saat tuas gas dipelintir kala ban belakang menginjak pasir, tapi kami dapat dengan mudah mengoreksi, sehingga terjatuh akibat melintir di pasir tidak terjadi.

Hentakan suspensi belakang dan depan bisa membuat kami tenang, kala melibas jalanan pasir berbatu maupun aspal tidak rata.

Ditemani udara segar dan pemandangan yang aduhai, kami beristirahat sambil santap siang. Selesai makan, kami kembali harus bersiap-siap memacu Supra GTR.

Ketika itu, kami disuguhkan rintangan yang berbeda, jalan turun yang curam. Lagi-lagi suspensi Supra GTR 150 dapat meredam hentakan, ketika motor melaju dengan kecepatan 50-60 km dalam kondisi jalan turun yang bergelombang.

Ujian di Jalan Licin

Tantangan semakin asik, kala hujan turun. Jalanan sempit, turunan curam dengan kontur aspal yang licin, membuat adrenalin kami memuncak. Pasalnya, dalam kondisi seperti itu tidak hanya motor yang harus mumpuni, namun skill pengendara juga dituntut mumpuni untuk mengendalikan motor.

Meskipun sempat spin dan melebar, kala engine break karena jalan licin, tapi lagi-lagi GTR mudah dikoreksi. Walaupun jujur saja, tetap sempat membuat jantung berdetak kencang. Karena pada saat itu, Dapurpacu berada ditengah-tengah rombongan. Hanya saja posisinya sendirian, jadi jarak dengan rombongan depan dan belakang cukup jauh, di tengah hutan yang dingin juga berkabut.

Setelah melewati trek dengan rintangan yang berat. Kami akhirnya menemukan jalur pedesaan sempit, namun sepi dengan kontur aspal mulus. Serasa lulus dari ujian, kami memelintir tuas gas agar lebih cepat. Tikungan bisa kami libas berkecepatan 50 km/jam, tanpa harus mengeluarkan energi lebih banyak untuk kontrol motor, toh kecepatan segitu di kondisi jalan pedesaan sudah cukup memuaskan.

Akhirnya, setelah melahap rute sekitar 150 km. Sore hari, kami tiba di Pantai Boom tempat gelaran HBD berlangsung. Sambutan hangat dari pembawa acara dan bikers yang hadir di lokasi acara, menambah seru sensasi berpetualang bersama Honda Supra GTR 150.

Mau Kredit Honda Supra GTR 150? Klik LINK

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com