KUTA – Test Ride Honda CBR250RR perdana mengelilingi Bali, Sabtu (12/11) yang diselenggarakan oleh PT Astra Honda Motor menjadi event paling berani. Karena, untuk kali pertama produk langsung diuji di jalanan umum dan juga melibatkan pembeli CBR250RR.

Dapurpacu.com mendapat kehormatan kembali mencoba CBR250RR, sebelumnya kami pernah mencoba di sirkuit tertutup Proving Ground Bridgestone, Karawang. Pastinya ini lebih puas, karena jarak yang tempuh sekitar 250 km.

Yup, kami berada dengan rombongan orang nomor satu di jajaran AHM dan juga Honda Motor Co., Ternyata cukup mengejutkan, di balik jas resmi yang mereka kenakan ketika peluncuran motor, ternyata ada ‘racing suit’ abadi membungkus tubuh mereka.

Mereka adalah  Presiden Direktur AHM Toshiyuki Inuma, Operating Officer, Representative of Motorcycle Development, Purchase and Production for Motorcycle Operations Honda Motor Co. Ltd Tetsuo Suzuki dan Marketing Director AHM Koji Sugita.

Sedikit membahas teknis CBR250RR, memang, tarikan garis desain membuat semua orang penasaran membesutnya. Belum lagi tiga pilihan mode berkendara yakni Comfort, Sport dan Sport +. Masih bikin penasaran lagi, tenaga 38,2 hp pada 12.500 rpm dan torsi 23,3 Nm pada 11.000 rpm.

Bagi saya yang berpostur 170 cm dengan berat 75 kg, ketika duduk di atas CBR250RR tak terlihat besar ketimbang saat melihatnya di foto. Tarikan garisnya memang menghipnotis, membuat CBR250RR seperti motor kelas 500 cc.

Posisi duduk perbedaannya jauh sekali berbanding CBR250R yang kali pertama mengklaim dirinya sebagai sport touring. Tapi mesin dua silinder ini posisi duduk pengendaranya lebih merunduk, tapi tidak melelahkan, karena titik berat posisi bokong seperti dibantu oleh kaki.

Suara CBR250RR ketika coba digeber-geber saat memanaskan motor cukup membuat memancing adrenalin. Benar saja, ketika bendera start dikibaskan di depan Hotel Stones, Kuta, motor CBR250RR langsung bergegas berlarian menuju Sari Restaurant di Kintamani.

Sempat sekitar 10 menit mencoba menikmati fitur mode Comfort yang terletak tak jauh dari telunjuk kiri di grip setang. Namun ketika rombongan semakin membuka dalam-dalam throttle, telunjuk kiri memilih mode Sport.

Tak memakan waktu lama, kemungkinan hanya 3 menit, telunjuk kembali memerintahkan menggeser ke mode Sport +. Benar saja, sempat sedikit tertinggal ketika merayap ke arah Kitamani mampu membuat kami bisa merapat.

Sempat melewati rerimbunan pohon di kawasan Kintamani kondisi aspal sedikit basah, hal ini sempat menurunkan nyali apalagi jalanan berkelok tajam. Tapi setelah menyadari CBR250RR menggunakan peranti Anti-Lock Braking System (ABS) saat ditekan dalam-dalam tuas rem, kamipun bisa kembali merapatkan barisan.

Menaklukkan tikungan di kawasan Singaraja berlanjut ke Buyan, CBR250RR terbilang ringan kendalinya. Bahkan sempat gerimis mulai mengawal perjalanan. Ban IRC Roadwinner bisa memberikan kepercayaan diri meskipun sering melakukan engine brake. Sempat pula keluar aspal ketika ada mobil memaksa membelah rombongan, ternyata bisa kembali dengan cekatan ketika kemudi diarahkan ke aspal.

Paling menantang lagi adalah para VIP Honda beserta rombongan bisa lebih cepat merapat ke tempat tujuan. Hal ini secara spontan membuat rombongan kami khusus menambah satu destinasi ke Tanah Lot.

Beruntung jalur yang mulus namun sempit bisa sedikit memaksa CBR250RR mengerahkan performanya saat memakai Sport +. Sempat melirik angka digital di speedometer cepat sekali menunjukkan angka di atas 125 km/jam. Melewati kecepatan itu, kami lebih fokus mewaspadai lalu lintas yang terbilang padat karena akhir pekan.

CBR250RR memang lebih jauh berbeda dengan versi satu silinder CBR250R, mulai dari bentuk, suspensi up-side down, posisi duduk hingga karakter mesin yang mengeluarkan suara penasaran memancing adrenalin. Terbilang menggiurkan memiliki CBR250RR dengan rentang harga mulai dari Rp 63 juta hingga Rp 69,6 juta.

Mau Kredit honda CBR250RR? Klik LINK

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com