JAKARTA – Kehadiran mobil kembaran terbaru yaitu Toyota Calya dan Daihatsu Sigra cukup menyita perhatian publik Tanah Air. Meski masuk dalam kelompok kendaraan LCGC, namun Sigra tampil lebih sempurna.

Toyota Calya dan Daihatsu Sigra merupakan kendaraan 7-seater yang diperkenalkan perdana di GIIAS (Gaikindo Indonesia International AutoShow) 2016, Augustus 2016. Hal paling menarik dari Toyota Calya dan Daihatsu Sigra adalah harganya yang terjangkau, karena termasuk ke dalam golongan kendaraan LCGC (low cost green car).

Si Kembar ini satu kelas dengan Datsun Go+ Panca yang sudah dipasarkan sejak 2014. Sepertinya memang itulah alasan pembuatan Si Kembar LCGC ini, mengambil pasar yang sebelumnya dikuasai oleh Datsun Go+ Panca. Datsun Go+ Panca sukses meraih penjualan 19.896 unit pada tahun lalu, atau peringkat empat di kelas LCGC setelah Toyota Agya, Daihatsu Ayla, dan Honda Brio Satya.

Meski keduanya berada di bawah brand raksasa yaitu Toyota dan Daihatsu yang merupakan pemimpin pasar otomotif nomer satu dan dua di Tanah Air, tapi saat ini Honda yang ada diperingkat ketiga sudah mulai mendakati dan siap merebut tahta tersebut.

Penjualan Honda di tahun lalu adalah 159.253 unit, hanya berselisih 8.555 dari Daihatsu. Kalau tidak disiasati dengan baik tentunya tahta pasar otomotif nasional akan berpindah tangan. Oleh karena itulah inovasi harus terus dilakukan. Toyota Calya dan Daihatsu Sigra adalah jawabannya agar tetap kokoh berada di puncak kekuasaan. Merebut pasar milik Datsun Go+ Panca menjadi sesuatu yang sangat rasional.

Kenyamanan

Mobil 7-seater yang tergolong ke dalam low cost green car (LCGC) ini memiliki paras yang menawan ketika dilihat langsung. Sigra memiliki bentuk dan kesan yang jauh lebih baik dibanding penampilannya di halaman-halaman iklan media massa. Mobil ini tidak berkesan murah sebagaimana “stigma” yang selama ini melekat pada produk LCGC.

Beberapa syarat mobil untuk bisa masuk kategori LCGC dan mendapat insentif dari pemerintah sehingga banderolnya murah adalah konsumsi bahan bakar minimal 20 kpl (kilometer per liter), menggunakan komponen lokal 80%, dan memiliki radius putar maksimum 4,6 m. Kapasitas mesin pun di rentang 980 cc hingga 1.200 cc untuk bensin dan maksimum 1.500 cc untuk diesel.

Sigra tentu memiliki berbagai kualifikasi LCGC tersebut, ditambah desain yang menarik, bahkan bisa dianggap stylish di kelasnya. Duduk di dalam kabinnya terasa lega, dan seolah duduk di dalam sebuah MPV non-LCGC. Ketika bangku baris ketiga ditengok, terlihat joknya tidak kecil dan ruang lututnya tidak sempit. Orang dewasa yang bertubuh tidak terlalu besar masih bisa duduk di situ. Daihatsu Sigra tersedia dalam enam pilihan warna yaitu putih, hitam, abu-abu, abu-abu gelap, merah, dan biru.

 Test Drive

Mobil LCGC umumnya punya rasa “biasa saja” dan tidak mengesankan. Misalnya, rasa pedal kopling yang kurang enak, pergerakan tuas kopling yang “gagap”, tarikan yang melempem, dan tentu saja rasa suspensi yang “nyebelin” ketika melindas tonjolan atau lubang jalan. Namun, tidak dengan Sigra.

Jantung mekanis Sigra tipe R ini 1,2 liter 4-silinder dengan tenaga puncak 88 hp. Mekanisme katupnya sudah dilengkapi teknologi Dual VVT-i, sehingga pasokan dan pembakaran bensin menjadi lebih sempurna. Inilah jawabannya mengapa tarikan Sigra begitu enak.

Untuk berkelana di dalam kota, mobil ini sama sekali tidak melempem, bahkan bisa menandingi mobil lain yang bermesin 4-silinder dengan kapasitas lebih besar (seperti angkot Carry dan Kijang). Jadi jangan takut bakal dikerjain angkot-angkot yang kadang “nakal” kalau rebutan jalan.

Apalagi Sigra bertransmisi manual menyajikan pedal kopling yang tidak berat, serta perpindahan tuas transmisi yang tidak kaku. Pengemudi dengan kemampuan rata-rata pun akan bisa memainkan keduanya dengan gampang, untuk memperoleh akselerasi yang cekatan tapi tidak kasar.

Dalam berakselerasi, getaran mesin Sigra terasa halus. Kembali lagi, penyumbang kehalusan ini adalah mekanisme katup mesin dengan Dual VVT-i, selain tentu saja penyempurnaan sistem engine mounting, dan racikan chassis monokok yang di masa kini semakin bagus.

Saat harus melindas jalanan yang bergelombang atau berlubang, suspensi Sigra memang tidak senyaman katakanlah Toyota Kijang Innova yang berasal dari kelas yang lebih tinggi. Namun, untuk mobil seharga di bawah Rp 150 juta, apa yang diberikan Sigra sangatlah memuaskan. Suspensinya terasa kokoh, agak sedikit keras, namun masih bisa diterima. Racikan seperti ini akan menuai hasil manis ketika mobil berkapasitas tujuh penumpang ini diisi penuh. Sigra tidak akan mengalami kelimbungan yang berlebihan ketika menikung.

Mau Kredit Mobil Daihatsu Sigra? Klik LINK