JAKARTA – Gaikindo menilai wacana pemerintah ingin mengubah struktur perpajakan kendaraan bermotor berdasarkan emisi gas buang perlu kajian lebih matang. Sebab, pelaksanaannya butuh kesiapan dari semua lini mulai pemerintah, industri, dan konsumen.

“Itu bukan hal kecil karena perlu kajian matang secara strategis,” kata Kukuh Kumara, Sekjen Gaikindo.

Seperti diketahui, struktur perpajakan kendaraan di Indonesia saat ini mengacu pada faktor kapasitas mesin/cubic centimetre (cc). Ke depannya diubah, yakni makin besar emisinya, maka semakin besar pajaknya.

I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen ILMATE mengatakan, sisi baik yang dapat diambil dari rencana tersebut yaitu dapat mendorong para produsen otomotif membuat kendaraan yang ramah lingkungan.

“Penghitungan pajaknya menggunakan CO2. Ini tentunya akan menjadi alat pendorong, supaya mereka (produsen otomotif) bisa menghasilkan kendaraan yang semakin ramah lingkungan, termasuk kendaraan listrik,” katanya.

I Putu tidak menjelaskan kapan rencana ini bakal dibawa ke tahapan lebih lanjut. Namun, ia mengatakan pembicaraan mengenai wacana tersebut akan dilakukan lintas instansi terkait, mencakup pemerintah, Gaikindo dan produsen.

“Kita diskusi antara Kemenperin, Lingkungan Hidup, Kementerian Keuangan, Gaikindo, dan produsen. Kita juga sudah mengumpulkan sumber dari berbagai negara, supaya kita tidak menyusun semua dari nol lagi,” urainya.

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com