JAKARTA — Beberapa kota di Indonesia termasuk Jakarta dan sekitarnya, akhir-akhir ini sering diguyur hujan deras, menyebabkan air meluap dan akhirnya menggenangi sejumlah ruas jalan.

Tingginya genangan air, tentu sangat meropatkan aktivitas pengendara sepeda motor, bahkan tidak sedikit yang mogok saat nekad melintas atau menerjang genangan air yang tinggi. Penyebabnya, bisa karena busi basah, atau air masuk ke dalam knalpot, terutama untuk motor kecil seperti skuter matik (skutik).

Meskipun tidak direkomendasikan untuk menerjang banjir, Anda tidak perlu khawatir jika terlanjur melakukannya dan akhirnya mogok. Ada beberapa cara sederhana dari salah satu mekanik AHASS Petamburan, Jakarta Pusat, Rojak, untuk bisa menjalankannya kembali, antara lain;

Langkah pertama, buang air yang masuk dari knalpot. Caranya, cari pijakan yang lebih tinggi, kemudian tempatkan roda depan ke posisi lebih tinggi, atau meminta bantuan orang lain untuk mengangkat roda depan, dengan begitu air yang yang berada di bagian knalpot akan mudah keluar.

Jika genangan yang diterjang cukup tinggi, dan seandainya sampai masuk ke bagian filter udara, maka untuk membuang airnya cukup dengan membuka selang kecil yang ada di bagian bawah filter udara. Karena itu, disarankan selalu membawa perlengkapan kunci agar mempermudah.

Jika bagian-bagian tersebut sudah diperiksa dan dibersihkan, jangan langsung dinyalakan. Terlebih dulu buka dan bersihkan bagian busi, karena bagian ini juga rentan kemasukan air.

“Kemudian, saat hendak menyalakan sebaiknya jangan menggunakan elektrik starter, gunakan kick starter, karena besar kemungkinan masih ada air di bagian-bagian terntentu, seperti di bagian CVT, dan pastiin kunci kontak di posisi off. Setelah dirasa cukup, kemudian dinyalakan tapi jangan langsung dijalankan, biarkan beberapa saat, ” terang Rojak.

Rojak juga menyarankan, jika motor habis menerobos genangan air, sebaiknya segera lakukan penggantian oli mesin dan perawatan ke bengkel resmi.

“Kalau habis menerjang banjir dan mogok, sebaiknya segera ganti pelumas mesinnya, karena bisa saja ada air yang masuk ke dalam mesin dan oli tercampur air. Jika dibiarkan mesin akan karatan dan akan merusak bagian mesin,” pesannya. 

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com