JAKARTA – Membaca ternyata tak hanya menambah informsi, namun juga berpengaruh terhadap pola pikir seseorang.

Pikiran memiliki kekuatan yang luar biasa dan merekam berbagai aspek yang ditemui dalam kehidupan. Sayangnya, hidup manusia kadang dihayati secara negatif karena dalam setiap kesempatan biasanya lebih mudah menemui hal negatif.

Untuk melawan hal negatif tersebut dibutuhkan pola pikir yang positif dan terus maju. Menurut Dr. Yohana Hestyanti, Psi, setiap orang dilahirkan dengan kekuatan dan ketangguhan.

“Tapi, mungkin ada pengalaman hidup yang membuat ketangguhan meredup,” tuturnya dalam Seminar Mental Detoxification di Universitas Atma Jaya, Jakarta, pekan lalu.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk beradaptasi lebih positif. Diantaranya mencari sumber positif dalam diri dan dari lingkungan. Seperti memiliki teman bicara atau curhat ketika terkena masalah untuk membantu mengeluarkan ‘racun’ tubuh.

Selain itu, membaca merupakan bagian dari soft therapy untuk membantu merenung. Membaca di luar buku pelajaran ternyata memiliki kesempatan untuk mengambangkan diri dan membantu menemukan tujuan hidup.

“Pandai dalam memilih dan memilah info memberi makna positif dengan membaca hal yang baik,” papar Dr. Yohana.

Selain itu, melakukan aktivitas penuh cinta bisa membuat hati lebih tenang serta memberikan respect pada setiap orang dapat berdampak positif, karena sejatinya setiap orang ingin dihargai.

Source: link