JIMBARAN – Mercedes-Benz selama ini sukses menguasai pasar mobil premium di Indonesia. Namun, soal mobil hybrid, Mercedes-Benz harus rela didahului BMW yang tahun ini telah resmi memasarkan produk hybridnya.

Tepatnya pada GIIAS 2016 lalu, BMW Group Indonesia resmi merilis sportscar hybrid BMW i8 ke pasar Indonesia. Bahkan, mengisyaratkan tidak lama lagi X5 xDrive40e Plug-In Hybrid.

Sementara untuk PT Mercedes-Benz Dustribution Indonesia, sebenarnya juga sudah ingin menghadirkan mobil hybrid ke Indonesia, hanya saja saat ini masih menunggu kejelasan regulasi untuk hybrid serta kesiapan infrastrukturnya.

“Memang kita belum secara resmi meluncurkan kendaraan itu di Indonesia, karena untuk memperkenalkan hybrid diperlukan infrastruktur yang cukup baik dari sisi SDM-nya, infrastruktur di jalannya, charger-nya, dan lain-lainnya itu sangat diperlukan,” kata Yudi Lesmana, Department Manager Product Management, Mercedes-Benz Distribution Indonesia.

“Plus, tidak terlupakan juga peraturannya sendiri, regulasinya itu, jadi saat ini lingkungannya itu belum mendukung untuk kendaraan hybrid sustainable di Indonesia sendiri.”

Regulasi di Indonesia yang masih mengategorikan kendaraan hybrid sebagai kendaraan mewah membuat harga jual mobil sekelas Mercedes-Benz yang sudah tinggi menjadi semakin tinggi. Hal tesebut menjadi salah satu kendala pabrikan ingin memasarkan hybrid di sini.

“Kan kita menamakan kendaraan ramah lingkungan, harganya cukup tinggi, akhirnya yang beli tidak begitu banyak sedangkan kita ingin mengedepankan bahwa kendaraan hybrid ini sangat efisien, soal emisi pun cukup rendah, sangat rendah bahkan dibandingkan dengan kendaraan combustion, seperti itu,” jelas Yudi saat ditemui di Bali, Kamis (17/11).

Berharap Regulasi Pajak Emisi Kendaraan

Sama seperti pada divisi kendaraan komersialnya, Mercedes-Benz juga berharap nantinya pajak kendaraan berdasarkan tingkat emisi yang sedang dikaji oleh pemerintah dapat menjadi peluang bagus memasarkan mobil hybrid di Indonesia.

Regulasi yang juga akan berperan pada kualitas lingkungan hidup ini diharapkan selain bisa memuluskan jalan datangnya produk berteknologi hybrid, serta mengantarkan industri otomotif Indonesia menjadi lebih baik.

“Ya, kita sih tentu berharap adanya peraturan pemerintah yang lebih baik lagi, yang lebih dapat supportif, mendukung industri otomotif yang mengacu ke masa depan sebetulnya, yang lebih future forward begitu kan,” lanjut Yudi.

“Mungkin dari sisi emisinya yang misalkan kalau negara-negara tetangga kita sudah mengacu pada bahwa kapasitas mesin tapi dari sisi emisi karbon dioksidanya, seperti itu. Jadi kalau misalnya ada perubahan seperti itu pasti tentu dapat mendukung industri otomotif berkembang lebih besar lagi dari saat ini.”

Sejauh ini, mobil-mobil hybrid yang sudah resmi dipasarkan di Indonesia antara lain Toyota Prius, Toyota Camry Hybrid, Honda CR-Z, Nissan X-Trail Hybrid, Lexus ES 300h, Lexus LS 600hL dan BMW i8.

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com