JAKARTA — Terik sinar matahari memang menggangu mata saat berkendara. Sehingga keperluan pelindung mata tambahan menjadi pilihan. Selain visor penolak sinar matahari, biasanya juga pengendara memilih memakai kacamata hitam, selain berfungsi pelindung juga dianggap lebih stylish.

Tapi perlu diingat, jangan asal pakai kacamata hitam. Anondo Eko selaku instruktur Michelin Safety Academy 2016 dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jakarta, mengatakan, salah menggunakan kacamata selain akan merusak mata juga bisa berakibat fatal. Ada beberapa hal yang perlu dicermati sebelum menggunakan kacamata hitam.

“Banyak pengendara menggunakan kacamata hitam saat riding, tapi tidak semuanya paham dengan fungsinya, karena kebanyakan hanya sebagai penunjang gaya hidup saja tapi tidak mempertimbangkan aspek keselamatannya,” ujar Eko.

Lebih lanjut, jika tunjuannya untuk melindungi mata, gunakan kacamata hitam yang memiliki pelindung ultra violet tinggi. Jangan membeli kacamata yang asal hitam, tegas Eko, tapi kualitasnya juga harus diperhatikan, karena demi keselamatan.

“Ada kacamata saat kita pakai melihat dari jauh medannya sama, tapi ketika kita melihat ke bawah atau jarak dekat medan yang kita lihat jadi berbeda, nah itu yang berbahaya,” ujarnya saat acara Michelin Safety Academy Graduation Day 2016 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Eko menyarankan, jika menggunakan kacamata hitam sebaiknya pilih yang sudah menggunakan lensa dengan spesifikasi polarized karena dinilai mampu mereduksi cahaya yang menyilaukan.

“Saya memang bukan ahli di bidang kacamata, tapi dari pengalaman saja. Sebaiknya gunakan kacamata yang memiliki lensa dengan spek polarized, karena filter polarizednya itu membuat cahaya yang masuk akan lebih sedikit. Lensa yang bagus akan terlihat bening, sedangkan untuk lensa kacamata yang asal akan terlihat garis-garis vertikal,” terangnya.

Source: link

©Exclusive from Dapurpacu.com for AdiraClubMember.com