JAKARTA – Jika tak ditangani dengan cepat dan cermat, radang tenggorok bisa berujung pada komplikasi. Berikut beberapa hal yang harus Anda ketahui.

Radang tenggorok dapat bersifat kronik atau akut, yakni lama dan berulang. Bila tidak ditangani dengan baik infeksi akut dan kronik pada tenggorok dapat menimbulkan komplikasi.

Komplikasi akut dapat meluas ke daerah leher dalam dan menimbulkan abses. Hal ini kemudian berujung pada terbentuknya nanah di dalam leher yang sangat berbahaya.

Sedangkan pada radang kronik dan sering menimbulkan serangan radang biasanya berhubungan dengan infeksi kronis pada tonsil atau amandel, sehingga harus dilakukan operasi pengangkatan amandel yaitu tonsilektomi.

Secara penyebaran, komplikasi dapat melalui perkontinuitatum, yakni tumbuh menuju ke daerah sekitarnya. Perkontinuitatum dapat terjadi secara limfogen. Sel-sel yang bisa menginfiltrasi saluran pada kelenjar getah bening secara regional.

“Lebih jauh bisa melalui hematogen, yakni ketika sel-sel dapat menginfiltrasi kapiler pembuluh darah dan mengikuti aliran darah dalam tubuh,” tutur Ketua Divisi Laring Faring Departemen THT FKUI/RSCM, dr. Syahrial M. Hutauruk, SpTHT-KL(K).

Perkontinuitatum dapat menyebabkan penyakit seperti rhinitis kronik, sinusitis dan otitis media serta abses leher dalam. Sementara hematogen menyebabkan endokarditis, arthritis, miositis, nefritis, uveitis, iridosiklitis, dermatitis, pruritis, urtikaria dan furunkulosis.

Pada anak, komplikasi dapat menyebabkan gangguan tidur karena rasa nyeri dan Obstructive Sleep Apneoa (OSA) atau mendengkur akibat getaran jaringan dalam tenggorokan dan menyumbat sebagian saluran udara bagian atas yang dapat menyebabkan penyumbatan saluran udara sepenuhnya.

Source: link