DAS Motor: Kuncinya Kerja Rapi

Highlight: Pengalaman yang luas di dunia sepeda motor, termasuk pimpinan HSO Astra di sejumlah kota, mengantarkan Herry maju bersama DAS Motor. Kuncinya manajemen bersih!

Dalam dunia bisnis keputusan Herry Soesanto keluar dari PT Astra saat usia produktif tergolong berani. Tahun 2001 itu tekadnya bulat memulai usaha sendiri setelah sejak tahun 1986 bergabung di perusahaan besar ini. “Alasannya, kalau kita jadi profesional hanya cukup selagi kita bekerja. Kalau buka usaha, bisa meninggalkan bisnis untuk anak cucu,” ujarnya.

Tetapi beitulah kehidupan. Bukan sekadar berani memilih, tetapi mempertanggungjawabkan pilihan itu juga penting. Herry mewujudkannya dengan kerja keras. Bersama seorang rekan bisnis, dia mendirikan showroom motor campuran berikut bengkelnya. Pengalamannya selama di Astra amat membantu menggeluti bisnis sepeda motor yang dimulai tahun 2002.

Jualan motor di dealer campuran lumayan bagus, karena konsumen punya banyak pilihan motor. Namun ada jeleknya juga. Saat pasar booming, showroom-nya ga dapat unit motor. Nah, ketika unit banjir, dealer semacam ini malah kalah bersaing dalam harga.

Tahun 2002, era baru dimulainya sebagai autorized sepeda motor Yamaha dan Suzuki sekaligus. Dalam perjalanan waktu, penjualan Suzuki tak dapat dipertahankan, sementara Yamaha semakin maju. Tahun 2007 Herry menjadikan DAS (Dwikarya Anugerah Sejati) Motor hanya fokus ke bisnis sepeda motor Yamaha. Bekas dealer Suzuki, kami jadikan bengkel Yamaha hingga dealer yag berada di Jl Utan Jati Daan Mogot ini berstatus 3S, jelasnya.

Dalam waktu yang tak jauh beda, DAS Motor juga berkembang ke wilayah lain, persisnya di Jl Husein Sastranegara 64, Benda, Tangerang. Pertengahan tahun 2011 ini, DAS kembali membuka jaringan bisnis showroom baru di Poris, Tangerang. Selanjutnya, DAS akan mendirikan pusat penjualan satelit, berupa dealer kecil yang jumlahnya banyak di Jakarta dan Tangerang.

Bukan sekadar nasib baik. Majunya DAS Motor juga karena prinsif manajemen terbaik yang diterapkan pimpinannya. Herry meletakan dasar pondasi kerja yang rapi di tim DAS Motor. Sementara, kebanyakan dealer lain lebih mendulukan target. Saat menerapkan manajemen bersih, pihaknya menyiapkan segala kebutuhan di dalam. Kita punya manajemen bersih. Bahkan hingga pajak saja kita bersih sekali, ungkap kelahiran Kudus, 31 Januari 1964.

Dengan konsumen DAS Motor punya hubungan kuat. Dealer ini punya konsumen royal yang telah berkali-kali ambil motor di sini. Kata Herry, sebanyak 75% konsumen berasal dari wilayah sekitar DAS. Sejumlah trik marketing digunakan dalam menjemput serta memuaskan konsumen. Iklan di media massa serta kegiatan canvassing selalu dilakukan. Caranya, marketing DAS Motor keliling dengan pick up berikut motor-motor Yamaha dan berhenti di lokasi strategis. Penyebaran brosur di sini amat membantu.

DAS Motor mengakui, konsumen mereka tak besar tapi punya kualitas tinggi. Konsumen DAS loyal dan membeli motor berkali-kali. Untuk menjaga semua itu, DAS punya system data yang bagus dan memiliki hubungan kekeluargaan dengan mereka.

10 Tahun dengan ADIRA

Herry mengakui bahwa majunya penjualan motor mereka terkait hubungan dengan lembaga pembiayaan. Salah satunya, ADIRA yang menjadi partner terbesar mereka selama 10 tahun lebih. Jatuh bangun telah dilalui DAS bersama ADIRA. Ada masa sulit dan ada pula masa menyenangkan. Sebanyak 80% penjualan melalui kredit, 80% di antaranya diserap ADIRA, ungkap Herry Soesanto.

Diakuinya, ADIRA punya program yang amat membantu dealer. ADIRA mendukung sejumlah paket promosi, tunjangan promosi hingga kemudahan kredit. Karena itu, DAS Motor amat setia bekerjasama dengan ADIRA. Masukan saya untuk ADIRA, pertahankan personal touch yang telah jadi ciri khas selama ini. Jangan berpatokan pada system dan parameter saja, ujar Herry yang juga pernah bekerja sebagai direktur di sebuah lembaga pembiayaan.

 

Artikel terkait